TRIBUN-MEDAN.com – Viral seorang wanita berusia 51 tahun menyamar sebagai gadis muda demi menguras harta seorang pria kaya.

Fakta mengejutkan ini terungkap setelah korban melaporkan dugaan penipuan kepada pihak kepolisian.

Dikutip dari Sanook.com Selasa (16/12/2025), tersangka bernama Lu, wanita berusia 51 tahun asal Guangxi, China, mengaku telah memalsukan identitas dirinya sebagai perempuan berusia 27 tahun.

Dengan identitas palsu tersebut, ia menjalin hubungan asmara secara daring dengan seorang pria kaya bermarga Zhou, yang diketahui merupakan teman dari anak lelakinya sendiri.

Selama menjalin hubungan tersebut, Lu berhasil memperoleh uang dalam jumlah besar dari korban, dengan total mencapai lebih dari 800.000 yuan.

Kasus ini terungkap setelah Lu dan anak lelakinya, Li, ditangkap oleh kepolisian atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang dalam jumlah besar. Dalam pemeriksaan, Lu mengakui bahwa tindakan tersebut dilakukan karena tekanan ekonomi akibat utang dalam jumlah besar.

Ia mengungkapkan bahwa ide penyamaran tersebut berasal dari anaknya, Li, yang kemudian menyarankan agar ibunya berpura-pura menjadi wanita muda demi menjalin hubungan dengan teman-temannya yang kaya.

Li dan Zhou diketahui pernah bekerja bersama sebagai peserta magang di sebuah perusahaan di Shanghai. Meskipun Li kemudian kembali ke kampung halamannya di Guangxi, keduanya tetap menjalin komunikasi.

Pada tahun 2022, Li mengetahui bahwa Zhou masih lajang dan memiliki kondisi finansial yang mapan.

Dari situlah muncul rencana untuk memperkenalkan Zhou kepada seorang wanita muda melalui aplikasi WeChat, yang ternyata adalah ibunya sendiri.

Li kemudian menciptakan identitas palsu untuk Lu, menggambarkannya sebagai seorang perempuan berusia 27 tahun yang cantik, ceria, dan tengah mencari pasangan hidup.

Hubungan antara Lu dan Zhou pun berkembang secara daring tanpa pernah bertatap muka secara langsung. Dalam komunikasi tersebut, Lu mengaku akan datang ke Shanghai untuk bertemu Zhou dan bahkan menjanjikan pernikahan di masa depan.

Sejak April 2022, Lu mulai meminjam uang dari Zhou secara bertahap. Setiap kali, jumlah uang yang dipinjam berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu yuan. Namun, uang tersebut tidak pernah dikembalikan.

Lu berdalih dengan berbagai alasan, mulai dari anggota keluarga yang sakit mendadak hingga kartu debit yang dibekukan. Secara keseluruhan, Zhou mengalami kerugian lebih dari 800.000 yuan.

Berdasarkan bukti percakapan yang diperoleh penyidik, Lu sempat meminta uang sebesar 550.000 yuan dan menjanjikan kesetiaan penuh kepada Zhou.

Korban, yang telah terlanjur percaya dan jatuh cinta, membalas dengan pernyataan emosional bahwa ia akan selalu berada di sisi Lu. Meski tidak pernah bertemu secara langsung, hubungan daring tersebut membuat Zhou sangat terikat secara emosional.

Namun, setelah berhasil memperoleh uang sesuai target, Lu tiba-tiba memblokir Zhou dari akun WeChat.

Tindakan tersebut memicu kecurigaan korban, terutama karena jumlah uang yang telah dipinjamkan sangat besar. Setelah tidak dapat menghubungi Lu dan merasa dirugikan, Zhou akhirnya melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian pada September 2022.

Setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan, kepolisian berhasil menangkap Lu dan Li. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dana dalam jumlah besar. Pengungkapan kasus ini langsung menarik perhatian luas masyarakat.

Setelah hasil penyelidikan diumumkan, kasus tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial China. Lebih dari lima juta komentar muncul di berbagai platform, dengan banyak warganet mengungkapkan keterkejutan sekaligus kemarahan.

Sejumlah komentar mempertanyakan bagaimana korban dapat meminjamkan uang dalam jumlah besar kepada seseorang yang tidak pernah ditemui secara langsung.

(cr31/tribun-medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.