TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Pengendara sepeda motor yang tewas tertimpa pohon tumbang di jalur Ruteng–Borong, tepatnya di wilayah Bealaing, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (9/3/2026) pagi, diketahui merupakan seorang tenaga kesehatan (penyuluh Keluarga Berencana).

Korban bernama Lodovikus Odung. Ia bertugas sebagai tenaga penyuluh kesehatan di Puskesmas Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Informasi mengenai identitas korban ini juga dibagikan oleh pengguna Facebook, Eman Nok. 

Dalam unggahannya, ia menyebut korban merupakan tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon di Jalur Ruteng–Borong Manggarai Timur 

Pohon Ampupu Tumbang

Sebelumnya, korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah tertimpa pohon ampupu yang tumbang di badan jalan. Saat ditemukan, tubuh korban bersama sepeda motor yang dikendarainya tertindih batang pohon.

“Pagi ini hujan lebat dan angin kencang,” tulis Eman dalam unggahannya. Ia juga menyebutkan bahwa saat kejadian, wilayah tersebut sedang diguyur hujan lebat disertai angin kencang sejak pagi hari.

Jasad korban diketahui telah dievakuasi warga ke Puskesmas Mano sebelum diantar ke rumah duka.

Peristiwa ini diduga terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut sejak pagi hari. Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan pohon besar di pinggir jalan tumbang dan menimpa korban yang sedang melintas di jalur Ruteng–Borong.

Kondisi cuaca buruk ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan wilayah Nusa Tenggara Timur berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang pada periode 9–12 Maret 2026.

BMKG menjelaskan kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk keberadaan tiga bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia.

Salah satunya adalah Bibit Siklon Tropis 90S, yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 998 hPa. Bibit siklon ini memicu pembentukan daerah konvergensi dan meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di perairan barat Australia Barat serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria juga berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, pohon tumbang, banjir, maupun tanah longsor.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, Senin pagi, membenarkan peristiwa itu. Namun, belum diketahui identitas lengkap korban serta waktu kejadian dan kronologisnya, sebab saat ini anggota masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan menyusun laporan. Sementara di lokasi juga susah sinyal.

"Siap, di sana masih susah sinyal, anggota sedang susun laporan," ujar Kapolres Haryanto singkat. 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.