Β
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Unggahan laman Instagram SA SMPIT Insan Harapan Minggu, 6 April 2026 berbeda dari biasanya.
Jika postingan mereka biasanya menampilkan kegiatan belajar mengajar, termasuk ucapan hari besar keagamaan, namun hari itu berbeda.
Tiga nama siswa berikut foto mereka, Rino Arif Bakhtiar (kelas VIII B), Safaraz Akma (kelas IX B) dan Ruhaizan Syakir (kelas IV B) terpasang dengan latar biru di belakangnya.
Terdapat pula ucapan duka cita untuk ketiganya yang merupakan korban kecelakaan maut di Batam dekat Jembatan V Barelang, Minggu (5/4/2026).
"Segenap Keluarga Besar SA SMPIT Insan Harapan Mengucapkan Turut Berduka Cita. Semoga Allah SWT Menerima Amal Ibadah-Nya, serta Menempatkan di Tempat Terbaik di Sisi-Nya. Amin Ya Rabbal 'Alamin," tulis unggahan dalam laman Instagram mereka yang dilihat TribunBatam.id, Senin (6/4/2026).
Laman kolom komentar pada unggahan itu pun diisi oleh duka cita atas kepergian tiga pelajar yang dikenal ramah semasa hidup itu.
Beberapa dari mereka ada yang terkejut dengan meninggalnya tiga pelajar SMPIT Insan Harapan tersebut.
Akun Instagram @ahmd_maolana misalnya yang sedih dengan berpulangnya salahsatu pelajar yang terlibat lakalantas dekat Jembatan 5 Barelang, Jalan Trans Barelang, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Gak kesampaian aku mancing di tempatmu...@nong_rinonggg_14," tulisnya.
Aku lainnnya, @fadz_grid juga mengungkap duka citanya.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un baru kemarin kita kelompok MTK loh nong πππ€²π»π€²π»," tulisnya.
"parazzz ga nyangkaaa π’π’, tenang di sanaa yaa razzπ€ποΈ," tulis akun @bilqissfnaa.
Nama Rino Arif Bakhtiar kini tinggal kenangan. Siswa SMPIT Insan Harapan Batam itu menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di kawasan Barelang, Minggu (5/4/2026) pagi.
Motor Honda Beat putih yang ditumpangi Rino bersama dua rekannya mengalami kecelakaan di Jalan Trans Barelang, Sijantung, Galang, Kota Batam.
Sepeda motor yang mereka kendarai diduga menabrak tiang listrik di tepi jalan.
Benturan keras membuat ketiga pelajar yang berboncengan satu motor itu terpental dari kendaraan.
Sementara sepeda motor mereka terlempar cukup jauh dari tiang listrik tersebut.
Sekira pukul 17.30 WIB, Minggu sore, sirine mobil jenazah memecah keheningan.
Ambulans itu mengangkut jenazah siswa kelas delapan SMP itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Batam.
Sejumlah pelayat turut mengantarkan anak ke tiga dari tiga bersaudara ini ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Saat jenazah mulai dimasukkan ke liang lahat, isak tangis terdengar lirih di antara para pelayat.
Di antara kerumunan, seorang perempuan berkerudung hitam yang merupakan ibu korban hanya menatap dengan wajah penuh kesedihan dari kejauhan.
Dari dalam liang lahat, suara azan dan iqamah terdengar bergetar dilantunkan seorang pria paruh baya berpeci krem.
Sejumlah teman sekolah Rino yang hadir di pemakaman pun tak kuasa menahan air mata.
Keysa, teman Rino mengatakan, semasa sekolah korban dikenal sebagai sosok yang ramah.
"Dia ceria orangnya, bukan anak yang pendiam. Meski suka becandain kayak usilin kita, tapi dia orangnya baik," ujar Keysa di lokasi pemakaman.
Ia mengatakan dirinya sudah mengenal Rino sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Menurutnya, Rino juga dikenal tidak pernah memilih-milih teman.
"Kalau di sekolah dulu ya semua temenan. Nggak pernah pilih-pilih gitu," ujarnya.
Keysa mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar Rino mengalami kecelakaan.
"Kaget, awalnya nggak percaya. Aku tanya ke temen-temen lain ada yang tahu, ada yang enggak. Lalu kami datang ke rumah duka, ternyata benar," ungkapnya.
Di tengah kesedihan itu, doa menjadi satu-satunya pengantar bagi Rino.
Sahabat, keluarga, dan warga yang hadir perlahan meninggalkan TPU Sei Temiang.
Namun bagi mereka yang mengenalnya, sosok Rino yang ceria akan selalu diingat.
Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin mengatakan ketiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ia menyebut jenazah para korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.
"Dapat diinformasikan ada tiga orang remaja meninggal di tempat. Jadi jenazah tidak dibawa ke RSUD tapi langsung dibawa ke forensik RS Bhayangkara Polda Kepri," katanya.
Ellin menambahkan laporan kejadian tersebut diterima sekitar pukul 10.46 WIB.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sementara itu, pantauan di TPU Sei Temiang hingga pukul 18.08 WIB, proses pemakaman ketiga jenazah masih berlangsung.
Ketiganya merupakan pelajar SMPIT Insan Harapan Batam, yakni Safaraz Akma, Rino Arif Bakhtiar, dan Ruhalzan Syakir. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright Β© boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.