TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hujan deras yang mengguyur Buleleng menelan korban jiwa usai seorang kakek bersama cucunya diketahui hanyut terseret arus sungai.

Kedua korban diketahui hendak mandi di pinggiran sungai namun naas karena hujan deras dan aliran sungai yang kuat membuat kedua korban terseret arus hingga meninggal.

Kejadian ini terjadi di Sungai Yeh Aye, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali pada Selasa 7 April 2026 sekitar pukul 17.25 Wita.

Setidaknya, pihak SAR memerlukan waktu hingga 2 hari sebelum berhasil menemui jenazah korban yang hanyut jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga: JASAD Pensiunan PNS Ditemukan di Aliran Irigasi, Warga Tihingan Ini Diduga Terpeleset Saat di Sawah!

Dilansir dari beberapa sumber, berikut fakta-fakta yang berhasil dirangkum oleh TribunBali hingga 8 April 2026.

1. Identitas Korban

Identitas kakek dan cucu tersebut yakni I Ketut Budasa (61) dan Gede Vikram Kabinawa (6).

Keduanya diketahui merupakan warga Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

Korban hanyut di aliran Tukad Aya, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Dua korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kronologis Kakek & Cucu Hanyut di Tukad Aya Bali, Budasa Berusaha Menolong Namun Ikut Terseret Arus
Korban hanyut di aliran Tukad Aya, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Dua korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kronologis Kakek & Cucu Hanyut di Tukad Aya Bali, Budasa Berusaha Menolong Namun Ikut Terseret Arus (Istimewa)

Baca juga: ASTAGA! Sopir Truk Mabuk Ugal-ugalan di Jalan dan Tantang Warga di Sidakarya, Lalu Diamankan Polisi!

2. Hendak Mandi ke Sungai.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz mengungkapkan kedua korban diketahui ingin mandi ke sungai saat sore hari.

"Pada saat mandi, tiba-tiba aliran air sungai membesar,”

“Cucunya lebih dahulu terseret arus, kemudian korban berusaha menolong, namun justru ikut terbawa arus," ujarnya seizin Kapolres Buleleng, Rabu (8/4/2026).

3. Sempat Ditolong warga Sekitar

Usai terseret arus, kedua korban sempat mendapatkan pertolongan bantuan dari warga sekitar yang menyaksikan kedua korban terbawa arus.

Namun upaya penyelamatan korban gagal akibat derasnya arus Sungai Tukad Aya.

Laporan warga hanyut segera ditindaklanjuti Polsek Kubutambahan. Kapolsek AKP Ketut Budayana bersama bersama BPBD, dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Baca juga: Bupati Adi Arnawa Apresiasi Peran BPK Aktif Berikan Pembinaan Teknis

Proses evakuasi jenazah Vikram oleh tim SAR gabungan. BREAKING NEWS: Korban Terseret Arus Sungai Yeh Aye Buleleng Bali Ditemukan Meninggal
Proses evakuasi jenazah Vikram oleh tim SAR gabungan. BREAKING NEWS: Korban Terseret Arus Sungai Yeh Aye Buleleng Bali Ditemukan Meninggal (Istimewa/Humas SAR Denpasar)

4. Korban Pertama Ditemukan

IPTU Yohana Rosalin Diaz juga mengungkapkan bahwa korban pertama berhasil ditemukan usai tersangkut di bebatuan.

"Sekitar pukul 17.50 Wita, korban I Ketut Budasa ditemukan tersangkut di bebatuan sungai dalam kondisi meninggal dunia, dengan luka pada bagian kepala,”

“Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Banjar Dinas Kajekangin, Desa Tamblang," ucapnya. 

5. Korban Kedua Ditemukan

Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian, sebab korban Gede Vikram belum ditemukan. 

Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, jasad Gede Vikram baru ditemukan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. 

"Jenazah kedua korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka di Banjar Dinas Kajekangin, Desa Tamblang," ujarnya. 

6. Korban Ditemukan di Pintu Air

Jasad Gede Vikram akhirnya berhasil ditemukan usai pencarian oleh tim SAR yang dibantu warga sekitar.

Jenazah korban terlihat mengambang di sekitar Pintu Air Bendungan Tamblang, dengan jarak kurang lebih 2,16 kilometer ke arah barat laut dari lokasi awal korban terseret arus. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.