TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kondisi kamar mahasiswa PNP yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar kostnya, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang banyak lalat dan bau tercium menyengat.
Diketahui mahasiswa PNP tersebut berinisial FDA (24) dengan jurusan Administrasi Niaga BP 23.
Pemilik bangunan, Mesi (25) menyebut bahwa saat dirinya membuka pintu kamar kost korban, kondisinya banyak lalat dan bau menyengat merebak di hidung.
"Saat saya buka pintu, banyak lalat, masih lalat hitam biasa, lalu baunya menyengat," katanya memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Sosok Mahasiswa PNP yang Tewas di Padang Dikenal Pendiam, Sempat Hilang Kontak 4 Hari
Bau menyengat ini kata Mesi, tercium seperti bau ikan asin. Bahkan di luar bangunan kost, bau tersebut masih pekat terasa. Sementara sebelumnya kata Mesi, korban tidak bisa dihubungi pihak keluarga dan ayahnya merasa khawatir.
Lantas, Mesi langsung melihat kondisi korban di kamar kostnya yang masih dalam kondisi terkunci tersebut.
"Saya ada kunci cadangan, pas dibuka posisi korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung dengan tali tambang warna putih," ucapnya.
Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya, berawal dari ayah korban meminta pemilik bangunan mengecek kondisi anaknya.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemilik kost, Mesi saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com di TKP penemuan, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026).
Diketahui korban berinisial FDA (24) mahasiswa PNP dengan jurusan Administrasi Niaga. Korban merupakan mahasiswa semester 6 di kampus tersebut.
Mesi menceritakan kronologi kejadian bermula saat ayah korban menghubunginya untuk melihat kondisi sang anak.
Sebab, sang anak tidak bisa dihubungi oleh keluarganya dalam beberapa hari terakhir dan merasa khawatir.
"Ayah korban ini menghubungi saya lewat telepon, meminta mengecek kondisi anaknya karena tidak bisa dihubungi sekira pukul 08:20 WIB pagi tadi," ucapnya.
Usai pihak keluarga mahasiswa tersebut meminta mengecek kondisi FDA, Mesi langsung bergegas ke kamar kost korban.
Saat itu ujar Mesi, kondisi pintu kamar kost dalam keadaan terkunci. Namun beruntung, ia masih memiliki kunci cadangan dan berhasil membukannya.
Mesi lantas terkejut saat melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya.
"Saat dibuka, kondisinya sudah tergantung, sekujur badannya membesar dan menghitam," ujarnya.
Kata dia, korban tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan menggunakan baju berwarna hitam.
Selain badannya membesar dan menghitam, Mesi juga melihat beberapa carian di lantai, persis di bawah kaki korban.
"Ada juga cairan di lantai, tepat di kakinya, baunya menyengat, saya tidak tahu cairan apa," pungkasnya.
Setelah itu, Mesi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, pihak berwajib datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.
Saat itu masyarakay juga ramai di lokasi menyaksikan proses evakuasinya. Korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 10:50 WIB tadi, orang tua korban juga dalam perjalanan ke sana," pungkasnya.
Mahasiswa PNP ditemukan meninggal dunia usai diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kostnya, terakhir terlihat sekitar seminggu lalu oleh masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Baca juga: Identitas Mahasiswa PNP yang Tewas di Padang: Ternyata Warga Solok Selatan, Bukan Dharmasraya
Masyarakat, Rita Nengsih (47) mengatakan bahwa terakhir kali ia bertemu korban sekitar satu minggu yang lalu.
Ketika itu kata Rita, korban berbelanja minuman di warung miliknya yang berada di samping kost korban.
"Terakhir saya melihat dia seminggu lalu, ia membeli minuman di sini," ucapnya saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Sabtu (11/4/2026).
Namun setelah pertemuan itu, Rita tak pernah lagi melihat keberadaan korban di sekitar kost maupun berbelanja di warungnya.
Biasanya ujar Rita, hampir setiap hari korban selalu datang ke warungnya untuk berbelanja, mulai dari mie instan, minuman dan lain sebagainya.
"Tidak pernah lagi terlihat, seminggu terakhir itulah ketika di kedai ini melihatnya," tuturnya.
Senada, warga lainnya bernama Febi Febrianti menyebut bahwa korban memang jarang terlihat dalam waktu terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.
Ia juga mengaku terakhir kali melihat korban sekitar satu minggu lalu. Saat itu korban berbelanja gorengan di warung milik Rita.
"Sekitar satu minggu lalu melihat korban, saat itu dia belanja gorengan. Setelahnya tak pernah melihat lagi, barulah tahu ternyata sudah meninggal dunia," katanya.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 11:03 WIB, terlihat di depan kamar kost korban sudah dipasangi police line.
Korban diketahui mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pintu wc kamar kostnya.
Selain itu, pemilik kost dan beberapa masyarakat juga terlihat duduk di sana. Sementara, aroma ikan asin tercium pekat di sekitar lokasi yang tersisa usai jenazah dibawa ke RS Bhayangkara.
Kamar kost tersebut berada di depan Ampera Rafli di lokasi tersebut, dengan empat petak kamar.
Pemilik Kost, Mesi (25) membenarkan terkait penemuan jenazah mahasiswa yang diduga gantung diri tersebut.
"Benar, saya yang menemukan pertama kali sekira pukul 08:25 WIB," ucapnya, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya kata Mesi, ayah korban menghubunginya lewat pesan whatsapp untuk memantau korban di dalam kost.
Oleh sebab itu, Mesi melakukan pengecekan ke dalam kamar kost korban. Saat hendak masuk, pintu kamar kost terkunci namun beruntung ada kunci cadangan.
"Barulah saya melihat korban inisial F sudah menghitam dengan posisi tergantung pintu kamar mandi kostnya," pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.