TRIBUNJATENG.COM - Warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dihebohkan oleh aksi nekat seorang gadis asal Lampung yang menyamar sebagai pria demi melamar perempuan yang dicintainya.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah identitas pelaku akhirnya terungkap saat proses lamaran berlangsung.
Kejadian tersebut terjadi di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, pada Kamis, 9 April 2026. Pelaku berinisial SA (19) datang bersama rekannya ED (15) dan mengaku sebagai laki-laki untuk melamar remaja berinisial AL (15).
Kedatangan mereka sempat diterima dengan serius oleh pihak keluarga calon mempelai perempuan.
Bahkan, proses lamaran sempat berlanjut ke tahap musyawarah keluarga yang menetapkan mahar sebesar Rp250 juta.
Baca juga: Update Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Minggu 12 April 2026, Cek Pertamax hingga Pertalite
Kecurigaan mulai muncul ketika SA tidak mampu memenuhi mahar yang telah disepakati.
Warga yang menilai ada kejanggalan kemudian melaporkan hal tersebut kepada aparat desa.
Kepala Desa Biji Nangka, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pemeriksaan terhadap identitas kedua tamu tersebut.
"Datang berdua saja dari Lampung mau melamar remaja disini tapi pihak keluarga wanita yang dilamar memberikan mahar Rp 250 juta" kata Abdul Rauf, Kepala Desa Biji Nangka yang dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Sabtu, (11/4/2026).
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, fakta sebenarnya pun terungkap.
"Mereka mengaku sebagai pria tapi setelah kami selidiki dan telepon langsung kerabat yang bersangkutan di Lampung ternyata keduanya adalah wanita buka pria" kata Abdul Rauf.
Setelah identitas asli diketahui, aparat desa langsung menyerahkan kedua pelaku ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
"Setelah kami ketahui identitas asli yang bersangkutan maka kami langsung bawa ke Polsek" kata Abdul Rauf.
Kapolsek Sinjai Borong, Sudriman Mando, membenarkan bahwa kedua pelaku telah diamankan.
"Kedua telah kami amankan dan saat sudah ditangani oleh unit PPA," kata AKP Sudriman Mando yang dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Sabtu, (11/4/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kasus ini bermula dari hubungan yang terjalin melalui media sosial sejak tahun lalu.
Intensitas komunikasi yang meningkat membuat SA nekat datang ke Sinjai dengan menyamar sebagai pria.
"Informasi yang kami terima bahwa kasus ini berawal dari perkenalan melalui media sosial dan akhirnya ada kejadian seperti ini dan kami meminta agar kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang" kata AKP Sudriman Mando.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian guna menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai aturan yang berlaku.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.