TRIBUNSTYLE.COM -- Nyoman Ayu Carmenita atau yang dikenal sebagai Carmen membagikan kisah perjuangannya hingga berhasil menjadi idol Kpop dan bergabung dalam grup Hearts2hearts.
Carmen mencatat sejarah sebagai idol pertama asal Indonesia yang berhasil menembus SM Entertainment, salah satu agensi besar di industri hiburan Korea Selatan.
Perjalanan tersebut tidaklah mudah. Bahkan, di awal langkahnya, Carmen mengaku sempat tidak mendapatkan restu dari orangtuanya saat ingin mengikuti audisi menjadi idol Kpop.
Hal ini terjadi karena selama bertahun-tahun, Carmen tidak pernah menunjukkan bakatnya di bidang musik maupun penampilan di depan keluarga.
"Katanya waktu awal dulu katanya orangtua enggak setuju?" tanya Indra Herlambang dalam wawancara di kanal Insert, dilansir TribunnewsBogor.com pada Jumat (17/4/2026).
"Iya, awalnya enggak setuju, aku emang enggak pernah tampil di depan mereka. Jadi, kayak tiba-tiba ikut audisi, padahal enggak pernah nyanyi enggak pernah ngedance, jadi mereka kayak kaget gitu," ungkap Carmen.
Beruntung, Carmen mendapat dukungan dari sang kakak perempuan yang membantu meyakinkan orangtua tentang potensi yang dimilikinya.
Kakaknya menjelaskan bahwa Carmen sebenarnya memiliki bakat, hanya saja belum berani menunjukkannya secara terbuka.
"Tapi kakakku yang perempuan ngasih tahu (orangtua) kalau Carmen nih sebenarnya punya potensi, cuma malu untuk menunjukkan, jadi gitu deh," imbuh Carmen.
Setelah mendapat penjelasan lebih lanjut mengenai dunia Kpop dan proses audisi, orangtua Carmen akhirnya memberikan izin, meski dengan syarat tertentu.
Orangtuanya meminta Carmen untuk kembali ke Bali jika merasa tidak sanggup menjalani masa pelatihan di Korea Selatan.
Namun, dengan tekad kuat, Carmen berhasil melewati berbagai tahap, mulai dari audisi hingga menjadi trainee, sampai akhirnya debut sebagai anggota Hearts2hearts.
Ia bahkan disebut berhasil bersaing dengan puluhan ribu peserta dari berbagai negara untuk bisa bergabung dengan SM Entertainment.
Baca juga: Momen Carmen Pidato Pakai Bahasa Indonesia Usai Hearts2Hearts Raih Award di Jepang: Terima Kasih
"(Orangtua) dikasih tahu soal Kpop, soal musik, akhirnya (aku) dikasih pergi. Cuma, kalau satu tahun misalnya benar-benar capek dan ngerasa enggak kuat ya udah balik aja. Cuma aku ngerasa kayak, emang tujuanku jadi idol, jadi aku lanjut terus sampai sekarang," imbuh Carmen.
Carmen juga menceritakan pengalaman beratnya selama menjalani masa trainee di Korea Selatan.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi di awal adalah kendala bahasa, karena bahasa Korea bukan bahasa yang ia kuasai sejak kecil.
"Awal-awal, karena enggak ada yang instan di dunia ini ya, pasti sulit banget (trainee di Korea)," akui Carmen.
Selain itu, Carmen juga harus memulai dari nol dalam hal menari, karena ia tidak memiliki dasar dance sebelumnya.
"Karena aku enggak ada dasar dance, jadi aku belajar dasar dance benar-benar dari nol," pungkas Carmen.
Selama masa pelatihan, Carmen menjalani berbagai kelas seperti vokal, tari, balet, hingga bahasa Korea yang dijalani setiap hari dengan jadwal yang padat.
Ia mengaku hampir tidak memiliki waktu luang karena seluruh waktunya digunakan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.
"Di SM itu banyak kayak les gitu, lesson balet, nyanyi, dance, bahasa, pokoknya banyak banget. Aku harus ngikutin satu-satu, benar-benar waktu tuh jalannya cepat banget waktu jadi trainee, waktu tuh semua enggak ada yang kebuang, dari pagi sampai ketemu pagi," ungkap Carmen.
Kini, kerja kerasnya tersebut terbayar dengan debutnya bersama Hearts2hearts, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung internasional. (Tribun Style/Tribunnews Bogor/khairunnisa)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.