BOLASPORT.COM - Nico Paz, yang digadang-gadang sebagai pewaris takhta Lionel Messi di Timnas Argentina, berpotensi mencuri perhatian bersama Tim Tango di Piala Dunia 2026.
Nico Paz telah membuktikan dirinya sebagai gelandang kelas dunia sejak memutuskan hengkang dari Real Madrid ke Como 1907 pada musim panas 2024.
Di bawah asuhan pelatih Cesc Fabregas, pemain berusia 21 tahun ini bertransformasi menjadi sosok yang sangat produktif.
Dukungan pola permainan menyerang yang diusung Fabregas di Liga Italia membuat Paz bukan sekadar playmaker yang jago menggiring bola.
Pada musim 2025-2026, ia mencatatkan statistik luar biasa dengan torehan 13 gol dan 8 assist di lintas kompetisi.
Kematangannya dalam mengeksekusi peluang dari luar kotak penalti kini menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan mana pun.
Fleksibilitas dan visi bermainnya menjadikan Nico Paz salah satu properti panas di sepak bola Eropa saat ini.
Menjelang Piala Dunia 2026, nama Nico Paz diprediksi akan memegang peranan krusial sebagai motor serangan Timnas Argentina.
Hal ini berkaitan dengan kondisi Lionel Messi yang akan menginjak usia 39 tahun saat turnamen berlangsung.
Meskipun La Pulga tetap menjadi ikon, perannya diyakini tidak akan sebesar saat menjadi juara pada edisi 2022.
Di sinilah sosok Paz muncul sebagai solusi untuk menjaga kreativitas lini tengah Albiceleste.
Kapasitas Paz di level internasional sudah teruji.
Momen paling ikonis terjadi pada Maret 2026, saat ia mencetak gol debut melalui tendangan bebas yang spektakuler.
Menariknya, gol tersebut dibuat saat Messi berada di bangku cadangan.
Eks kapten Barcelona itu tampak terpukau melihat lesakan luar biasa juniornya tersebut.
Momen ini dianggap banyak pihak sebagai simbol penyerahan tongkat estafet dari Messi kepada Nico Paz.
Dengan restu langsung dari sang maestro, Paz diyakini siap mengguncang turnamen yang akan digelar di Amerika Utara tersebut.
Sebagai juara bertahan, Timnas Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban ekspektasi yang tinggi.
Armada asuhan Lionel Scaloni tersebut tergabung dalam Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
Melihat komposisi lawan yang ada, La Albiceleste diprediksi tidak akan menemui hambatan berarti untuk lolos sebagai juara grup.
Namun, bagi Scaloni dan anak asuhnya, memuncaki fase grup hanyalah langkah formalitas.
Target utama mereka sudah sangat jelas, yaitu mempertahankan gelar juara dunia.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.