TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis rekaman voice note dokter internship di Jambi, dr. Myta Aprilia Azmy, yang diduga direkam 2 minggu sebelum meninggal dunia.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu sempat mengirimkan voice note kepada rekan sesama dokter internsip untuk  meminta bantuan agar menggantikan jadwal jaga di IGD karena kondisinya sudah tidak kuat.

Baca juga: Kronologis Sakit dr Myta saat Internship di Jambi hingga Dirawat Intensif Sebelum Meninggal

Voice note yang direkam pada 15 April 2026 itu memperdengarkan suara dr. Myta sudah batuk-batuk dengan napas yang putus-putus.

“Pada pagi itu (15 April 2026), Myta mengirim pesan suara kepada rekannya, dr. A. Ia meminta untuk digantian jadwal jaga. Dari pesan suara itu, suara Myta terdengar sudah sesak,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rudi Supriatna Nata dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

DOKTER INTERSHIP - Kementerian Kesehatan menemukan rekaman voice note dokter internship di Jambi, dr. Myta Aprilia Azmy, yang diduga direkam 2 minggu sebelum meninggal dunia. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu sempat mengirimkan voice note kepada rekan sesama dokter internsip untuk  meminta bantuan agar menggantikan jadwal jaga di IGD karena kondisinya sudah tidak kuat.  Voice note yang direkam pada 15 April 2026 itu memperdengarkan suara dr. Myta sudah batuk-batuk dangan napas yang putus-putus.
DOKTER INTERSHIP - Kementerian Kesehatan menemukan rekaman voice note dokter internship di Jambi, dr. Myta Aprilia Azmy, yang diduga direkam 2 minggu sebelum meninggal dunia. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu sempat mengirimkan voice note kepada rekan sesama dokter internsip untuk  meminta bantuan agar menggantikan jadwal jaga di IGD karena kondisinya sudah tidak kuat.  Voice note yang direkam pada 15 April 2026 itu memperdengarkan suara dr. Myta sudah batuk-batuk dangan napas yang putus-putus. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Dokter Myta meminta rekannya dokter A, untuk menggantikan jadwal jaga pagi di IGD RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi karena kondisi kesehatannya terus menurun. Ia juga berusaha mengatur pergantian jadwal dengan dokter lain untuk shift malam.

Sejak bertugas di RS tersebut pada 11 Februair 2026 , ia mendapatkan tugas jaga di IGD dengan shift pagi pukul 08.00 hingga 20.00 dan shift malam pukul 20.00 hingga 08.00 secara bergantian.

Berikut transkrip rekaman suara tersebut:

"Astri... aku.... Aku mau minta tolong... (batuk)... minta tolong... Jadi, kalau dari jadwal kan Astri Ini ya...libur ya...libur? Aku... mau... minta tolong... gantiin... jadwal aku... yang pagi ini... Kalau misalnya aku... bisa... (tarik napas) hari ini aja... (tarik napas)... nanti malam biarlah Rena nanti yang gantiin... aku nggak bisa... nggak kuat Astri," kata Myta dalam rekaman berdurasi singkat itu.

Rudi juga mengatakan, selain rekaman pada 15 April 2026 itu, ada beberapa rekaman suara yang dr Myta yang dikirim kepada rekan sesama dokter internsip (magang) sejak ia sakit.

Dokter Myta sudah sakit sejak tanggal 31 Maret 2026, namun tetap bertugas jaga di IGD.

Diperoleh voice note dr. Myta kepada dr. M (rekan Isip) pada tanggal 1 April 2026 pagi yang menyatakan beberapa hal:

Transkrip Voice note 1:

“Kok kelihatan sakit nian gitu. Iyo, Bang, Mita bilang kan, batuk pilek, Bang, demam, panas nian. Eh, silau, dak bisa buka mato gitu kan. Dicubonyolah lah Bang tuh, uh panas nian katonyo jam 12-an tuh ya. Ini 40-an ini katonyo. Inject dia lah, Bang. Udah, udah, Bang. Bang, inject inject. Dak usah, Bang. Kato Mita sakit. Mita takut gitu kan. Ndak ndak ndak. Inject inject inject. Ambil lah dulu ini, ini, ini katonyo. Dak usah, Bang, minum obat bae ‘ya sudah, minumlah PCT 1000 mili gitu kan. Dikasihlah 1000 mili,” ujar dr. Myta dalam rekaman itu.

Transkrip Voice note 2:

“Napas aku panas. Panas. Hidung aku panas, semua hal ini ni panas. Sepanas itu, Ren memang. Tapi aku menggigil. Minumlah, minum kato Abang tuh. Buka bae maskernyo. Aku make masker kan, aku batuk pilek kan, takut bae gitu kan. Buka bae eh biar napasnyo enak, minum. Mual, Bang. Nak muntah gitu. Ya sudah aku ambilkan dio obat, diambilnyo obat, dio lansoprazole biaso sih memang,” tutur dr. Myta.

Transkrip Voice note 3:

“Sudah mendingan. Tapi mati nian Ren, perasaan tuh kayak mati nian. Malam itu tuh. sampai jam 2 ini inject inject. Inject inject inject itu disuruh tidur di dalam. Aku ndak mau kan. Karena kayak ya segan bae Abang tuh di situ gitu kan. Abis itu sampe jam 2 sekianan tuh, pasien itu kan banyak ren. Maksudnya itu, ada yang masuk lagi. Duh nak konsul, jelek kali loh. Pasien aku pun yang jelek itu tuh, jadi dipegang bang david gitu kan. ‘Bang’ pokoknya selama ada space waktu aku selalu bilang ‘bang maaf ya bang, bang makasih ya bang’ gitu. Dia ‘yauda ndapapo istirahatlah’ kata abang tu,” ungkap dr Myta.

 

Setelah sempat dirawat intensif di RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang, dr Myta dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi paru berat pada Jumat 1 Mei 2026.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan perlu evaluasi menyeluruh. 

Mulai dari pengaturan jam kerja, hak cuti, sistem pendampingan, hingga penghapusan budaya kerja yang buruk.

"Kami akan mengevaluasi pelaksanaan internsip kedokteran di Indonesia," kata Budi.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.