Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyebut sektor ekonomi kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari UMKM, pariwisata, seni budaya hingga perdagangan berbasis digital.
Ibas dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat mengatakan sektor ekonomi kreatif mempunyai potensi besar yang belum tergarap optimal, dan sumber ekonomi baru yang menyimpan peluang besar bagi daerah, termasuk di Pacitan, Jawa Timur.
“Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf bertema “Meningkatkan Kualitas, Memperluas Pasar, Membangun Indonesia” di Pacitan.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan menghadirkan Founder Kasisolusi Deryansha yang memberikan materi pengembangan UMKM berbasis digital bagi generasi muda.
Menurut Ibas, penguatan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif secara menyeluruh.
“Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama,” katanya.
Ia menambahkan ekonomi kreatif juga dapat diperkuat melalui pengemasan budaya lokal secara lebih modern dan kreatif. Menurut dia, berbagai kesenian khas Pacitan seperti rontek, kethek ogleng, hingga Tari Klayar memiliki nilai jual tinggi apabila dibangun dengan narasi dan identitas yang kuat.
“Pertunjukan budaya kita harus dikemas lebih menarik, lebih kreatif, ada cerita dan identitasnya. Dengan begitu nilai jualnya akan lebih tinggi dan mampu menarik perhatian wisatawan,” ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Ibas menilai penguatan branding daerah menjadi hal penting. Ia menyebut Pacitan yang dikenal sebagai Kota 1.001 Goa juga memiliki potensi besar wisata bahari melalui konsep “Pacitan The 70 Miles of Sea Paradise” yang menggambarkan panjang garis pantai dan deretan pantai eksotis di pesisir selatan Jawa.
Ia juga mendorong generasi muda menjadi motor penggerak promosi digital daerah melalui media sosial dan berbagai platform digital.
“Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah,” tuturnya.
Selain itu, Ibas mengatakan penguatan ekonomi kreatif harus diiringi hilirisasi produk unggulan daerah agar UMKM dapat naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Ia turut mendorong pemanfaatan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif guna memperkuat modal usaha dan kapasitas digital pelaku UMKM.
“Kalau masalahnya ada di modal, manfaatkan KUR Kreatif agar usaha bisa berkembang, digitalisasi meningkat, dan promosi produk semakin optimal,” katanya.