Jakarta -
Warung pecel lele di Denpasar, Bali, disulap jadi instalasi seni visual lewat projection mapping karya desainer Dian Yuniastu. Konsepnya curi perhatian netizen.
Warung pecel lele biasanya identik dengan tenda sederhana di pinggir jalan. Namun, suasana berbeda terlihat di kawasan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali.
Warung khas Lamongan bernama Lalapan Wakuncar tersebut disulap menjadi medium karya seni visual dengan konsep projection mapping, yang merupakan teknik proyeksi video yang mengubah objek fisik, seperti bangunan, patung, atau panggung, menjadi layar tampilan digital 3D yang dinamis.
Proyek kreatif ini digagas oleh desainer visual Dian Yuniastu melalui akun Instagram @dianyst_. Lewat project bertajuk 'Warung Street Projection Mapping', Dian mengubah tampilan tenda pecel lele menjadi instalasi seni digital penuh warna yang menarik perhatian warga sekitar.
Tenda Pecel Lele Ini Disulap Jadi Instalasi Seni Visual Modern Foto: Instagram/@dianyst_ |
Dalam video yang diunggah di media sosial, banner warung lalapan yang biasanya berisi gambar menu makanan tampak berubah menjadi visual bergerak dengan nuansa street art.
Berbagai elemen pada banner, seperti ayam goreng, lele, hingga sambal divisualisasikan ulang menjadi ikon-ikon emoji dan animasi unik yang modern.
Dian menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari keinginannya membuat projection mapping pada banner warung lalapan yang akrab ditemui di jalanan Indonesia.
Dikutip dari Instagram @ussfeeds (8/5), Dian ingin menghadirkan sesuatu yang dekat dengan keseharian masyarakat, tetapi dikemas dalam bentuk karya seni modern.
Proyek ini kemudian menarik perhatian netizen karena dianggap kreatif dan berbeda dari projection mapping pada umumnya yang biasa ditampilkan di gedung atau area festival besar.
Tenda Pecel Lele Ini Disulap Jadi Instalasi Seni Visual Modern Foto: Instagram/@dianyst_ |
Banyak netizen memuji konsepnya yang terasa dekat dengan budaya kuliner kaki lima Indonesia. Project 'Warung Street Projection Mapping' ternyata bukan sekadar karya visual biasa.
Instalasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian road to Warung Terang, sebuah event garapan @wearefilamen dan @klfestivalmy. Acara tersebut akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8-10 Mei dan 15-17 Mei.
Konsep yang diusung menghadirkan 'street-style projection mapping activation' dengan berbagai digital artworks, live visuals, hingga artist takeover.
Kehadiran projection mapping di warung pecel lele ini pun dianggap menjadi bentuk perpaduan unik antara budaya kuliner kaki lima dengan seni digital modern.
Selain menarik perhatian, karya tersebut juga memperlihatkan bahwa warung sederhana bisa menjadi ruang ekspresi kreatif yang tak biasa. Karya ini pun menuai banyak pujian.
"Pecel lele naik kelas ini mah," tulis netizen.
"Berkelas beneran dah ini, kayaknya ke sini bukan makan doang, sambil nobar enak ini," komen netizen lainnya.

