Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di Kota Bandung, berfoto tampaknya bukan lagi aktivitas yang menunggu momen besar. Jika biasanya studio foto identik dengan wisuda, prewedding, atau pasfoto formal, warga Kota Kembang justru punya kebiasaan berbeda. 

Datang ke studio foto sudah menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari dokumentasi keluarga, buku tahunan sekolah, hingga sekadar mengabadikan momen nongkrong bersama teman.

Fenomena ini terlihat dari menjamurnya studio foto hingga photobooth di berbagai jalanan Kota Bandung. Konsep yang ditawarkan pun semakin beragam dan jauh dari kesan kaku.

Ada studio dengan nuansa warna-warni cerah, properti playful, hingga ruangan minimalis yang clean. 

Tidak sedikit pula yang menawarkan konsep ruang tamu estetik, ala rumah modern, sampai latar polos untuk kebutuhan foto keluarga.

Salah satu studio yang cukup dikenal ialah Visual Space Bandung di Jalan Asia Afrika. Studio yang berdiri sejak 2018 itu berkembang menjadi ruang kreatif bagi warga Bandung yang gemar berekspresi lewat visual.

Konsep studio yang ditawarkan cukup beragam. Salah satu ruangan yang menarik perhatian ialah Blue Coral, studio bernuansa biru elektrik dengan dinding warna terang yang kontras. 

Di dalamnya, pengunjung bisa berfoto dengan properti unik seperti radio retro merah, pistol mainan warna pastel, kursi berdesain playful, hingga dekorasi lampu gantung yang memberi kesan artsy.

Dalam satu sesi, pengunjung terlihat bebas berpose ekspresif dan tidak kaku. Mereka bisa duduk santai sambil memegang properti, ada pula yang sengaja bergaya spontan sehingga hasil foto terasa lebih hidup seperti editorial majalah.

Tak hanya konsep playful, studio ini juga memiliki set Mid Century dengan nuansa hangat. 

Dominasi warna krem, lampu temaram kekuningan, sofa, tanaman indoor, dan dekorasi dinding geometris membuat hasil foto terasa homey sekaligus estetik.

Konsep ini kerap dipilih untuk foto kelompok atau buku tahunan karena memberikan kesan rapi namun tetap santai. 

Sementara untuk keluarga, tersedia konsep studio minimalis dengan latar putih polos dan lantai kayu terang. 

Visualnya sederhana, tetapi justru memberi fokus penuh pada interaksi antaranggota keluarga.

Salah satu pengunjung, Andreas Axel (19), mengatakan kebiasaan datang ke studio foto sudah dilakukan sejak kecil. Mulai dari taman kanak-kanak hingga kuliah, ia terbiasa menyempatkan diri berfoto setidaknya setahun sekali.

“Dari kecil memang rutin foto studio. Di rumah banyak hasil cetaknya, jadi seperti dokumentasi perjalanan hidup,” ujarnya, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Sabtu (9/5/2026). 

Menurut Andreas, dulu studio foto identik dengan buku tahunan sekolah atau momen kelulusan. Namun kini, kebiasaan itu bergeser.

“Sekarang enggak perlu nunggu wisuda atau ulang tahun. Lagi nongkrong terus lihat ada photobooth atau studio yang bagus, ya sekalian foto,” katanya.

Terlebih, kata dia, era media sosial menuntut pengguna untuk memiliki foto eye catching. Sehingga, tak sekedar menyimpan kenangan. Menurutnya, memiliki foto yang aesthetic juga membuat tampilan di feeds terlihat lebih rapi. 

Head Store Visual Space Bandung, Rendy Septian, mengatakan tren ini tidak lepas dari karakter anak muda Bandung yang dekat dengan dunia kreatif dan visual.

“Identitas anak muda Bandung itu kuat. Mereka suka eksplor hal baru, termasuk soal foto dan konsep visual,” kata Rendy.

Menurutnya, pengunjung saat ini tak hanya mencari hasil foto yang bagus, tetapi juga pengalaman selama sesi berlangsung. 

Mulai dari eksplorasi tema, styling, properti, hingga suasana studio menjadi bagian penting.
Dengan tarif mulai Rp35 ribu per orang, studio ini beroperasi setiap hari pukul 11.00-20.00 WIB. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.