Jakarta (ANTARA) - FDC Dental Clinic meluncurkan aplikasi layanan kesehatan gigi berbasis digital yang memungkinkan pasien melakukan reservasi dokter gigi dengan cepat dan efisien, hingga mendapatkan transparansi harga.


Pendiri sekaligus CEO FDC, Drg. Ita Lestari, MARS, mengatakan pengembangan teknologi dilakukan untuk menjawab tantangan yang selama ini membuat masyarakat enggan pergi ke dokter gigi, seperti rasa takut, biaya mahal, dan proses layanan yang dinilai memakan waktu lama.


“Kami percaya teknologi bisa memberikan kemudahan untuk pasien, karena selama ini pasien takut ke dokter gigi, karena (prosesnya) lama, takut mahal. Dengan aplikasi ini, harapannya FDC bisa memberikan solusi, selain kecepatan dan kemudahan, juga transparansi harganya,” kata dia pada FDC Festival di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.



Ita menjelaskan, melalui aplikasi tersebut, pasien dapat memilih cabang klinik terdekat, menentukan jadwal dan dokter gigi, hingga melihat daftar harga, promosi yang sedang berjalan, hingga estimasi biaya layanan langsung melalui smartphone.






Transparansi harga ini menjadi salah satu fitur unik yang diunggulkan FDC untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap biaya perawatan gigi yang kerap dianggap mahal dan tidak pasti.


Salah satu dokter gigi FDC Dental Clinic, drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort. menunjukkan aplikasi FDC di FDC Festival, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

Pada kesempatan yang sama, salah satu dokter gigi FDC, drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort., mengatakan aplikasi tersebut membuat pasien tidak lagi datang ke klinik tanpa mengetahui informasi dasar mengenai layanan yang akan diterima.


“Melalui aplikasi FDC, proses reservasi yang sebelumnya membutuhkan waktu rata-rata sekitar 30 menit melalui layanan human agent via WhatsApp atau call center, kini dapat dilakukan hanya dalam sekitar 15-20 detik. Pelanggan dapat memilih cabang klinik terdekat, menentukan jadwal dan dokter gigi, hingga memperoleh informasi layanan dan estimasi biaya langsung melalui smartphone,” imbuhnya.



Ia menambahkan, pasien kini dapat lebih mudah menentukan lokasi klinik sesuai domisili, memilih dokter yang tersedia, hingga menyesuaikan jadwal perawatan secara mandiri.






Lebih lanjut, Ita mengungkapkan, peluncuran tersebut menandai transformasi FDC dari klinik gigi konvensional menjadi perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan klinik gigi dan customer experience (pengalaman pelanggan).


“Hari ini kami bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang fokus pada layanan kesehatan gigi. Kami banyak belajar dan melakukan benchmark dari perusahaan teknologi lain yang menempatkan customer experience sebagai prioritas utama,” ujar Ita.



Chief Technology Officer FDC, M. Reza Avesena (Kiri), Pendiri sekaligus CEO FDC, Drg. Ita Lestari (tengah), dan dokter gigi FDC Dental Clinic, drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort. (kanan) menunjukkan aplikasi FDC di FDC Festival, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

Sebelum sistem digital diterapkan, proses reservasi manual melalui layanan pesan singkat atau chat sering kali menyebabkan antrean panjang meskipun telah ditangani dalam beberapa shift layanan pelanggan.


Pengembangan aplikasi FDC dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan pelanggan yang terus meningkat setiap harinya.


Saat ini FDC melayani lebih dari 60 ribu reservasi setiap bulan atau rata-rata lebih dari 2.000 pasien per hari. Aplikasi FDC telah digunakan lebih dari 1,5 juta pengguna di Indonesia.