TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua wisatawan perempuan asal Karawang yang dilaporkan hilang setelah terseret material longsor di Curug Cileat Subang, Jawa Barat ditemukan tewas, Sabtu (16/5/2026).
Kedua korban adalah Aida Aprilia berusia 22 tahun dan Winda Limbong usia 20 tahun.
Baca juga: Tebing 250 Meter Longsor di Curug Cileat Subang, 2 Wisatawan Hilang Terseret Material
Kalak BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin mengatakan kedua korban ditemukan di kedalaman sekitar dua meter.
Posisi jasad korban yang saling berdekatan diduga karena keduanya sempat saling membantu saat longsor terjadi.
"Korban ditemukan tertimbun longsoran di kedalaman sekitar dua meter. Kedua korban ditemukan berdekatan karena menurut keterangan saksi saat kejadian keduanya saling membantu," katanya.
Longsor itu terjadi setelah wilayah Kecamatan Cisalak diguyur hujan deras sejak siang hari.
Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah di kawasan perbukitan yang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut menjadi labil.
Wisatawan asal Purwakarta, Elza mengaku sempat memperingatkan rombongan korban agar segera turun dari kawasan curug karena cuaca mulai ekstrem.
Baca juga: Tangan Menyembul Ungkap Penemuan 2 Wisatawan Perempuan Korban Longsor di Kawasan Wisata Curug Subang
Namun rombongan yang berjumlah lima orang itu tetap melanjutkan perjalanan menyusuri jalur setapak di tepi jurang.
Sekitar pukul 14.30 WIB, saat mereka melintasi jalur sempit di area tebing, tiba-tiba terdengar suara gemuruh air yang sangat deras dari arah atas bukit.
Tak lama kemudian, tebing setinggi 250 meter runtuh dan material tanah selebar sekitar 3 hingga 5 meter langsung menerjang jalur pendakian.
Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua perempuan bernama Alda dan Winda.
Belakangan kedua jenazah ditemukan keesokan harinya pada Sabtu.
Curug Cileat adalah sebuah curug atau air terjun yang berlokasi di Dusun Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
Belum diketahui pasti ketinggian Curug Cileat, namun diperkirakan tingginya sekira 100 meter dengan debit air yang sangat besar terlebih saat musim penghujan.
Mengutip Wikipedia, Curug ini terletak di lereng utara Pegunungan Lembang atau Pegunungan Bandung Utara di elevasi 1.100 meter di atas permukaan air laut.
Lokasinya yang masih berada di dalam kawasan hutan belantara Perum Perhutani membuat air dan suhu udara di kawasan ini sangat dingin.
Curug Cileat masih sangat alami dengan panorama alam yang indah.
Curug yang tepat berada di tepian lembah antara Gunung Bukittunggul dan Gunung Canggok ini dibatasi tebing yang menjulang.
Aliran hulu Sungai Cipunegara-nya jatuh secara tunggal membentuk kolam di bawahnya tetapi cukup berbahaya jika berada tepat di bawah guyuran air terjun.
Saat musim penghujan di dekat Curug Cileat akan muncul air terjun lainnya namun dengan debit air yang tidak terlalu besar.
Di kawasan ini sebenarnya terdapat enam air terjun selain Curug Cileat terdapat Curug Citorok, Curug Cimuncang, Curug Pasir Cimuncang, dan dua air terjun lain yang tidak diketahui namanya.
Curug Cileat secara administrasi berada di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak namun mudah diakses dari Dusun Cibago, Desa Mayang.
Curug ini berjarak 37 Km dari Kota Subang.
Aksebilitas untuk menuju ke lokasi ini belum dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga pengunjung harus berjalan kaki beberapa kilometer.
Adapun jarak dari Kota Subang +-37 km, ke arah selatan, jarak dari kota Bandung +-62 km, ke arah utara, jarak dari kota Jakarta +-180 km, arah selatan via Subang.
Curug Cileat di Subang adalah air terjun tertinggi di Kabupaten Subang (sekitar 100 meter), terletak di kaki Gunung Canggah.
Saat ini kawasan wisata ini sedang menjadi sorotan karena longsor besar pada 15 Mei 2026 yang menelan 2 korban jiwa.
Jika berencana berkunjung, sangat penting memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan.
Akses ke curug ini tidak bisa ditempuh kendaraan langsung; harus hiking beberapa kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam berjalan kaki.
Air terjun tertinggi di Subang (±100 meter).
Berada di tengah hutan dengan suasana alami, cocok untuk hiking.
Spot foto di batu besar dan panorama sawah terasering sepanjang perjalanan.
Mengutip instagram exploresubang, Curug Cileat adalah air terjun tertinggi yang berada di Kabupaten Subang.
Di sini terdapat 5 air terjun yang berbeda dan bisa ditemui selama perjalanan.
Curug Cileat memiliki ketinggian ± 100 mdpl dan berada di kawasan Gunung Canggah.
Karena letaknya yang berada di kaki gunung, maka untuk bisa menemui air terjun ini wisatawan harus sedikit menyiapkan tenaga untuk hiking ke kaki Gunung Canggah.
Meskipun sedikit sulit untuk bisa mencapai air terjun karena akses jalan yang cukup ekstrim, tapi hal itu akan terbayar dengan pemandangan alamnya yang indah.
Wisatawan juga bisa melihat beberapa air terjun pembuka sebelum tiba di Curug Cileat.
Dari pusat Kota Subang, jaraknya sekitar 37 km atau memakan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan ke arah selatan.
Kendaraan roda empat atau dua hanya bisa sampai di desa terakhir (Desa Cibago), dan perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki (trekking) melewati jalur setapak berbatu sejauh kurang lebih 5 km.
Risiko: Medan curam, jalur sempit, rawan longsor saat hujan.
Tips: Hindari berkunjung saat musim hujan, gunakan pemandu lokal, dan siapkan fisik untuk trekking panjang.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.