-- Seorang pemuda berani melaporkan peredaran obat terlarang di kawasan Cicadas, Kota Bandung pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) langsung mendatangi warung penjual obat terlarang.

Pemuda bernama Pablo berani mendatangi Dedi yang sedang membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di Cicadas.

"Hancurkan juga warung obat-obatan terlarang pak," kata Pablo ke KDM.

Dedi Mulyadi sontak mengajak Pablo mendatangi toko tersebut.

"Tahu gak tokonya ? ayo kita ke sana," katanya.

Ia merasa peredaran obat terlarang di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan.

"Itu udah beroperasi lama. Terlalu meresahkan karena banyak. Yang saya lohat obat-obatan seperti tramadol, trihek, camlet," katanya.

Bukan hanya orang lain, keluarga Pablo rupanya juga mengonsumsi obat itu.

"Saya tahu barang tersebut karena keluarga saya juga sering konsumsi," katanya.

Ia menunjukan toko yang berada di dalam Pasar Cicadas.

"Di situ terus ada juga yang di terminal cicahem," katanya.

Menurutnya toko tersebut juga dibekingi.

"Itu tuh bekingannya besar juga, makanya saya sudah geram sekali pak," katanya.

Dampak dari obat terlarang juga dirasakan sudah sangat meresahkan.

"Soalnya banyak orang yang tidak punya nyali, terus habis makan itu jadi sok jagoan. Menurut saya tuh kalau mau jagoan di atas ring aja gak usah pakai yang kayak gituan," katanya.

Bahkan menurutnya banyak atlet yang turut mengonsumsi obat terlarang itu.

"Banyak juga di sini atlet-atlet amatir didopingnya pakai yang kayak gitu," kata Pablo.

"Jadi kalau minum itu jadi kuat ?" tanya Dedi.

"Iya jadi kayak pede (percaya diri)," katanya.

"Saya tahu ini dari sumbernya langsung pak," kata Pablo.

Sesampainya di lokasi, Dedi menyuruh Pablo untuk berpura-pura menjadi pembeli.

"Kamu pura-pura beli dulu aja. Nanti kalau udah dapat barang baru ke sini. Kamu beli dulu," katanya.

Namun saat Pablo ke sana, tokonya baru saja ditutup.

"Berarti ada yang ngasih tahu barusan," kata Dedi Mulyadi.

Seorang ibu-ibu mengatakan toko tersebut sudah satu bulan tutup.

Toko itu menjual kosmetik.

"Tapi di situ katanya baru (tutup)," kata Pablo membantah ibu-ibu.

"Ya udah kasih tanda aja," kata Dedi.

Dedi Mulyadi mengapresiasi Pablo karena telah berani melapor.

"Hebat udah berani lapor sebagai generasi," kata Dedi Mulyadi.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.