TRIBUNBATAM.id - Kasus pembunuhan tragis menimpa seorang wanita bernama Anggi Auliya Arsyad (25).
Detik-detik saat Anggi dilempar dari tol layang Bogor Outer Ring Road (BORR) oleh pelaku, Muhamad Febry alias Febry Ambon (26), sempat terekam jelas oleh kamera CCTV dan viral di media sosial.
Berdasarkan pengakuan pelaku, korban diduga masih dalam kondisi hidup saat dilempar dari atas jalan tol karena tubuhnya masih bergerak.
Jasad korban kemudian ditemukan di Jalan KH Sholeh Iskandar Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Berikut adalah fakta lengkap, motif, dan kronologi kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Bogor ini.
Motif Pembunuhan
Pelaku, Febry Ambon, diketahui merupakan teman sekolah Anggi semasa duduk di bangku SMK.
Setelah bertahun-tahun tidak berkomunikasi, keduanya kembali terhubung melalui media sosial dan memutuskan untuk bertemu.
Polisi memastikan bahwa tidak ada hubungan asmara di antara keduanya.
"Kalau terkait hubungan khusus di antara mereka berdua tidak ada, hanya teman sekolah di salah satu sekolah kejuruan di Kabupaten Bogor," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Azi Lesmana.
Pertemuan pertama mereka terjadi pada 2 Mei 2026 di kawasan Air Mancur, Kota Bogor.
Anggi, yang dikenal sebagai sosok supel dan mudah bergaul, melontarkan kalimat candaan yang ternyata membuat Febry sakit hati dan menaruh dendam.
"Kasihan yah gak punya orang tua," kata Anggi ke Febry saat itu.
Baca juga: Fakta Baru Kasus WNA Brunei Tewas Dihajar Selebgram di Jaksel, Sempat Nginap Bareng
Kalimat itulah yang memicu niat jahat Febry untuk merencanakan pembunuhan.
Pelaku kemudian menyiapkan dasi dan golok sebelum mengajak Anggi kembali bertemu di sebuah coffee shop di kawasan Kabupaten Bogor.
"Pengakuan tersangka hanya teman lama yang sudah lama tidak bertemu, bertemu di medsos, diajak bertemu tersangka di coffee shop di Kabupaten Bogor, saat itu mereka bercanda gurau sampai terlontar kata-kata yang menyingung perasaan si tersangka," jelas AKP Azi Lesmana.
Padahal, saat itu Anggi sudah memiliki seorang kekasih yang sedang berada di luar kota.
Kakak Anggi, Humairoh (35), mengonfirmasi hal tersebut.
"Dia punya pacar," kata Humairoh. Ketika mengetahui Anggi tewas, sang pacar langsung terbang dari Makassar ke Bogor.
Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Pemerasan di Dalam Mobil
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengungkapkan kronologi lengkap bagaimana Febry mengeksekusi rencana pembunuhannya.
Pelaku mengajak korban bertemu untuk minum kopi, namun pelaku sudah menyiapkan peralatan lengkap untuk membunuh.
Di dalam mobil milik korban, Febry mengeluarkan golok dan mengancam Anggi.
Pelaku sempat memeras korban dengan meminta sejumlah uang jika ingin selamat.
“Tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta apa? Minta uang. Si korban tidak mau,” kata Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Karena korban menolak memberikan uang, Febry nekat menjerat leher Anggi menggunakan dasi biru yang sudah ia siapkan hingga korban pingsan.
Dalam kondisi tidak sadarkan diri, korban dibawa berputar-putar di dalam mobil menuju wilayah Pakansari, Cibinong, hingga akhirnya mengarah ke Tol BORR.
Baca juga: Aksi Sadis Febri Buang Anggi Dari Atas Jembatan, Korban Masih Bergerak dan Ditinggal Pergi
Detik-Detik Korban Dilempar dari Atas Tol BORR
Saat mobil memasuki area jalan tol di atas kawasan Jalan Sholeh Iskandar, pelaku menyadari bahwa korban masih bergerak.
Di sinilah aksi keji tersebut terekam oleh kamera CCTV tol.
“Ketika memasuki area Yasmin atau Sholeh Iskandar, korban menurut pengakuan tersangka bahwa korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video tadi yang dilempar dari jalan tol ke bawah,“ ujar Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, terlihat sebuah mobil berwarna merah berhenti di pinggir jalan tol yang sepi.
Tidak lama kemudian, Febry turun dari pintu sebelah kiri sambil menggendong tubuh Anggi dan langsung melemparkannya ke bawah jembatan tol layang.
Pelarian Pelaku Berakhir di Tol Cisumdawu
Setelah membuang jasad korban, Febry membawa kabur mobil serta barang-barang berharga milik Anggi.
Pelaku sempat berniat melarikan diri ke wilayah Garut, Jawa Barat.
Namun, pelarian Febry Ambon tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian berhasil melacak posisi pelaku dan menangkapnya di jalan Tol Cisumdawu pada Sabtu pagi.
Saat ini, tersangka telah mendekam di Rutan Mako Polresta Bogor Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Atas aksi pembunuhan berencana dan perampokan ini, Febry terancam hukuman penjara selama 15 hingga 20 tahun.
(TribunBatam.id)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.