Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Noda gelap masih tampak membekas di permukaan aspal Jalur Pantura Cirebon, tepatnya di kawasan Jembatan Kanci, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/5/2026) siang.

Di tengah terik Matahari, lalu lintas kendaraan terlihat kembali normal melintasi jalur tersebut.

Namun di beberapa titik dekat marka jalan hitam-putih, bercak merah kehitaman masih terlihat jelas menempel di permukaan aspal.

Dilihat Tribun di lokasi kejadian, bekas noda itu tersebar di beberapa bagian jalan dan pinggir jembatan.

Sebagian tampak mengering dan menghitam, sementara di sisi lain terlihat seperti bekas cairan yang melebar akibat benturan keras.

Situasi itu masih mengundang penasaran warga yang tengah berjongkok di pinggir jembatan sambil memeriksa area sekitar lokasi kejadian.

Suasana di sekitar jembatan terlihat relatif sepi. Sesekali kendaraan besar melintas di Jalur Pantura yang dikenal padat pada jam tertentu.

Sementara itu, petugas polisi memperlihatkan kondisi sepeda motor Honda Beat hitam yang diduga digunakan korban saat insiden terjadi.

Di mana, Kanit Reskrim Polsek Astanajapura Polresta Cirebon, Ipda Imron didampingi anggota berseragam kembali mengecek bagian depan motor.

Tak hanya itu, mereka kemudian memperlihatkan sejumlah lecet dan baret pada bodi depan sebelah kanan motor, terutama di area dekat lampu utama dan dashboard depan.

Bagian samping motor hingga area belakang dekat shockbreaker juga terlihat mengalami goresan akibat benturan.

Kanit Reskrim Polsek Astanajapura Polresta Cirebon, Ipda Imron memastikan, peristiwa viral tersebut bukan aksi begal maupun pembacokan seperti isu yang sempat beredar di media sosial.

“Oh untuk yang viral dan videonya beredar di media sosial, setelah kami cek ternyata itu bukan begal, tapi kecelakaan,” ujar Imron, saat diwawancarai di kantornya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, anggota polisi yang berjaga langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.

“Dan kebetulan anggota yang jaga sudah cek ke sana, ternyata benar kecelakaan, dan sekarang perkaranya sudah ditangani Unit Laka Polresta Cirebon,” ucapnya.

Ia menyebut korban saat ditemukan berada dalam kondisi kritis.

“Korban kritis waktu itu. Dan yang dibonceng, yang memboncengnya hanya luka di bagian kaki, tangan,” ungkap dia.

Imron juga membantah isu yang menyebut korban sempat dikejar geng motor sebelum kejadian.

“Kalau yang dikejar geng motor itu kurang ada informasi itu, Pak. Yang jelas itu sementara informasi waktu itu ada yang melaporkan kecelakaan dan setelah dicek ya ternyata benar, kecelakaan di wilayah Kanci. Tepatnya di dekat Jembatan Kanci Penjalin,” katanya.

Sebelumnya, video seorang pemuda tergeletak bersimbah darah di tengah jalan raya viral di media sosial dan membuat geger warga Kabupaten Cirebon, Rabu (27/5/2026) malam.

Dalam video berdurasi sekitar 20 detik tersebut, korban sempat dikabarkan menjadi korban pembacokan hingga aksi begal.

Lampu kendaraan yang berlalu-lalang memantul di aspal jalan yang dipenuhi bercak darah.

Di tengah jalan, seorang pemuda mengenakan jersey sepak bola hitam bercorak putih tampak terkapar dengan luka serius di bagian kepala.

Suara panik warga yang merekam video terdengar jelas memecah suasana.

“Polisi aja polisi, Mas,” teriak perekam video.

Tak lama kemudian, terdengar umpatan bercampur kepanikan saat melihat kondisi korban yang tergeletak tak berdaya.

Beberapa warga tampak hanya berdiri memperhatikan, sementara perekam video berulang kali meminta bantuan agar korban segera dievakuasi.

“Eh bantuin digotong cok, lagi pada ngapain cok!” teriaknya lagi.

Kapolsek Astanajapura, AKP Suwito, sebelumnya juga memastikan motor korban tidak hilang seperti isu yang beredar.

“Ini motor ada di polsek, enggak hilang dibawa kabur. Kejadiannya Rabu subuh,” kata Suwito.

Berdasarkan keterangan sementara dari rekan korban yang selamat, kecelakaan diduga terjadi akibat korban melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali.

“Pengakuan temennya jatuh karena ngebut, hilang kendali,” ujarnya.

Peristiwa viral tersebut menjadi pengingat tentang bahaya berkendara dengan kecepatan tinggi, terutama saat kondisi jalan lengang pada malam hingga dini hari.

Baca juga: Bus Legendaris PO Coyo Terbakar Hebat di Pantura Cirebon, Asap Hitam Bikin Jalanan Geger

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.