Bekasi (ANTARA) -
Presenter Irfan Hakim menghadirkan berbagai jenis sapi kurban dari sejumlah daerah dan negara pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di kediamannya di Bekasi.
Irfan mengatakan sapi kurban yang disiapkan tahun ini terdiri atas beragam jenis.
“Jenis sapinya pun beda-beda. Dari mulai Brahman, Belgian Blue dari Belgia. Kalau Brahman itu dari India,” kata Irfan Hakim di kediamannya di Bekasi, Kamis.
Irfan juga menghadirkan sejumlah sapi lokal Indonesia seperti Peranakan Ongole (PO) dan sapi Pasundan.
“Sapi PO itu Jawa, Peranakan Ongole. Terus juga ada sapi Pasundan dari Tatar Sunda,” ujarnya.
Menurut Irfan, keberadaan sapi lokal dalam kegiatan kurbannya menjadi bentuk dukungan terhadap peternak dalam negeri agar semakin percaya diri mengembangkan kualitas ternak lokal.
“Tujuannya supaya peternak juga pada semangat. Dan juga khusus untuk sapi-sapi lokal Indonesia itu harus bangga,” katanya.
Ia menilai masyarakat tidak perlu selalu terpaku pada jenis sapi impor untuk kurban karena sapi lokal juga memiliki kualitas yang baik.
“Jangan apa-apa Limousin lagi, Simmental lagi. Yang lainnya juga perlu kita bangga juga,” ujar Irfan.
Selain menghadirkan sapi jumbo, Irfan juga menceritakan kedekatannya dengan salah satu sapi kurban bernama Popeye yang telah dirawat selama dua tahun sebelum disembelih pada Idul Adha tahun ini di Bandung.
“Popeye itu sudah kayak kucing. Manja banget,” katanya.
Irfan mengaku memiliki ikatan emosional dengan sapi tersebut karena hampir setiap hari berinteraksi langsung sepulang bekerja.
“Kalau saya pulang kerja tuh saya selalu nyapa dia dulu. Dia suka lari-lari ngikutin,” ujarnya.
Ia mengatakan momen perpisahan dengan Popeye menjadi pengalaman emosional baginya dan keluarga.
“Pas kemarin tuh dia benar-benar ngerti. Yang paling nyes itu ketika dia cium aku,” kata Irfan.
Menurut Irfan, sapi merupakan hewan yang memiliki kepekaan dan dapat merespons kedekatan dengan manusia.
“Saya yakin mereka tuh bisa ngerti dan melakukan hal sesuai dengan yang dia mau karena sapi itu istimewa,” ujarnya.
Tahun ini, Irfan menyiapkan 15 ekor sapi, tujuh kambing, dan satu domba di kediamannya. Sebelumnya, ia juga menyelenggarakan penyembelihan 11 ekor sapi di Bandung.
Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi, sejumlah sapi jumbo tampak ditempatkan di area peternakan dengan pengawasan tim dan pengurus hewan kurban.
Irfan mengatakan perawatan sapi jumbo memiliki tantangan tersendiri karena kondisi hewan sangat dipengaruhi cuaca dan pola pakan.
“Karena sapi jumbo itu beratnya naik turun, enggak stabil. Gimana situasi, kondisi cuaca, pakan, dan lain-lain,” katanya.