TRIBUNSUMSEL.COM -- Babak baru perseteruan di kediaman mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, kian memanas. 

Setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap mantan Asisten Rumah Tangga (ART)-nya yang bernama Herawati, kini giliran ART barunya, Nur Rohmah, yang memilih angkat kaki. 

Nur nekat melarikan diri setelah mengaku mendapat berbagai intimidasi dan ancaman dari sang majikan.

Sebelumnya, Erin dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026 lalu atas tudingan kekerasan fisik, mulai dari memukul kepala dengan sapu hingga membanting ponsel. 

Di tengah pusaran kasus tersebut, sosok Nur Rohmah yang menjadi satu-satunya ART tersisa justru mengalami tekanan psikologis yang hebat hingga ponsel pribadinya disita agar tidak ikut bersuara.

Baca juga: Di Balik Pujian Nur ART Baru untuk Erin, Sang Suami Bongkar Fakta Kontras: Enggak Betah

KESAL - Rien Wartia Trigina alias Erin mantan istri Andre Taulany, ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia kesal dengan Herawati, eks asisten rumah tangganya, yang mengaku dianiaya. Pernyataan Hera membuat Erin merasa nama baiknya dicemarkan.
KESAL - Rien Wartia Trigina alias Erin mantan istri Andre Taulany, ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia kesal dengan Herawati, eks asisten rumah tangganya, yang mengaku dianiaya. Pernyataan Hera membuat Erin merasa nama baiknya dicemarkan. (Tribunnews.com)

Ketakutan mendalam kini menggelayuti perasaan perempuan asal Cianjur, Jawa Barat tersebut, bahkan setelah ia berhasil keluar dari rumah Erin.

"Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh belum (berani). Kalau yang dekat kayak warung gitu sama orang tua udah," jelas Nur, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Minggu (31/5/2026).

"Cuma kalau yang jauh itu belum (berani). Kayak ada rasa takut kayak gitu," jelasnya.

Nur menambahkan bahwa trauma yang dialaminya dipicu oleh intimidasi yang terus-menerus datang. "Kayak ancaman-ancaman gitu," bebernya.

Dampak psikologis yang dialami Nur dibenarkan oleh sang suami, Rahmat. Pria yang sempat menangis karena tiga minggu kehilangan kontak dengan istrinya itu menyebut Nur kini trauma berat, bahkan ketakutan setiap kali melihat aparat penegak hukum akibat doktrin keliru dari sang majikan.

"Jadi takut kayak kalau lihat polisi aja takut jadinya. Soalnya yang si Ibu Erin bilang ke (istri) saya itu, kamu itu buronan polisi. Ke istri saya billing begitu," kata Rahmat.

Tak hanya ditakut-takuti, Erin juga disebut menggunakan ancaman hukum untuk menekan Nur yang sebelumnya sempat diperiksa sebagai saksi.

"Karena pencemaran nama baik katanya. Saya mau dilaporin pencemaran nama baik. Udah gitu aja Bu Erin bilangnya," tandas Rahmat.

Bagi Nur, keselamatan dirinya jauh lebih berharga daripada harta benda. Ia rela meninggalkan barang-barang pribadinya di rumah mewah tersebut demi bisa menyelamatkan diri dan kembali ke pelukan keluarga.

Baca juga: Sunan Kalijaga Mendadak Mundur Dari Pengacara Erin Terkait Kasus Aniaya ART, Ogah Ikut Campur Lagi

"Iya enggak apa-apa barang enggak dibawa, yang penting saya bisa pulang. Pas awal-awal kayak enggak nyangka aja bisa kabur, bisa keluar dari sana," jelas Nur, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (31/5/2026).

Nur mengaku sebenarnya ingin menyudahi pekerjaannya secara profesional. 

Namun, keputusannya untuk mundur selalu dijegal dengan berbagai syarat yang memberatkan, sementara kondisi ibunya di kampung halaman kian memburuk.

"Saya sudah berusaha buat baik-baik. Ibu juga kan. Sudah billing izin baik-baik. Kata ibu, kalau mau keluar baik-baik. Tapi ternyata susah juga. Malah orangtua makin parah sakitnya, jadi saya terpaksa kabur," beber Nur mengurai alasannya melarikan diri dari rumah Erin.

Janji-janji manis Erin yang akan memulangkannya jika sudah ada asisten pengganti dirasa Nur hanya sebagai upaya untuk menahannya lebih lama dalam situasi yang tidak sehat tersebut.

"Sebelumnya udah billing mau baik-baik, mau keluar dari sana. Tapi ibu enggak izinin kayak gitu. Jadi harus nunggu dulu ada ganti, ada ganti, kayak gitu. Makanya saya kabur," tukasnya.

Nur Sempat Diperiksa sebagai Saksi, Ketakutan hingga Dipeluk Pengacaranya

Sebelum kabur, Nur Rohmah sempat diperiksa sebagai saksi dalam kasus penganiayaan ini.

Nur datang didampingi pengacaranya.

Ia terlihat menutupi wajahnya mengenakan masker dan terus menenggelamkan wajahnya dalam pelukan sang kuasa hukum.

Nur tetap bungkam kendati awak media mengerumuninya.

Sementara sang kuasa hukum menegaskan jika kliennya sedang ketakutan.

"Bang, maaf ya, ini ketakutan, Bang. Tolong ya. Bisa tolong dingertikan ya. Dia orangnya ketakutan. Nanti segala sesuatunya akan kita jelaskan nanti ya. Jadi tolong ya, tolong ya," pinta pria berkacamata itu sembari memeluk Nur dengan tangan kirinya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (29/5/2026).

Selesai diperiksa, keduanya masih kompak bungkam.

Nur tetap tertunduk dan bergegas masuk ke mobil.

Pengacaranya pun memilih tetap diam sembari menutup pintu mobil.

Nur Rohmah Akui HP Ditahan, Tak Betah dan Ingin Pulang

Kendati komunikasinya dengan keluarga dibatasi, kala itu, Nur sempat memuji Erin sebagai majikan yang baik.

"Sekarang sudah ketemu (sama suami) jadi saya bisa jelasin sama dia kalau saya enggak kenapa-kenapa, di sini baik-baik aja gitu," terangnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (22/5/2026).

"Ibu Erin di sini baik, enggak apa-apa. Yang punya masalah kan Mbak Hera sama Ibu, saya enggak," tandasnya.

Namun, ketika berusaha menegaskan dirinya betah kerja di sana, Rahmat sang suami langsung membantahnya.

"Saya enggak jadi masalah di sini, enggak apa-apa. Baik-baik aja. Ya (betah)," selorohnya.

"Kalau betah mah enggak. Yakin, enggak betah," timpal Rahmat.

Mendapati ucapan suaminya, Nur pun terdiam seolah membenarkan.

"Ya maksudnya enggak betah itu apa ya, traumalah lihat yang udah-udah," tukas Rahmat.

Nur lantas memastikan akan segera keluar jika sudah ada ART pengganti.

"Ya saya paling nunggu-nunggu penggantinya. Saya penginnya secepatnya diusahain sama penyalurnya gitu. Karena saya kan juga sudah lama enggak ketemu, enggak komunikasi sama anak, apalagi keluarga, sama ibu saya," beber Nur.

Hatinya kian sedih ketika mendengar sang ibu jatuh sakit.

"Apalagi dengar ibu saya sakit kan, jadi saya pengin ketemu langsung. Pengin pulang," imbuhnya.

"Iya karena saya kaget dengar ibu saya sakit gitu," kata Nur lagi.

Seolah takut akan salah bicara, Nur terlihat buru-buru menyudahi klarifikasinya pada awak media.

"Sudah ya, Kak. Makasih. Semuanya sudah baik-baik, aman-aman aja ya," pungkasnya berusaha menarik suaminya masuk ke rumah mewah Erin.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.