BANJARMASINPOST.CO.ID - Senin 15 Desember 2025 jadi awal pekan yang buruk bagi empat klub peserta kompetisi sepak bola Indonesia Super League 2025-2026.
Keempat tim tersebut adalah Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta dan Persita Tangerang.
Masing-masing dijatuhi hukuman berupa sanksi denda puluhan hingga ratusan juta Rupiah.
Hal itu dipublikasikan lewat laman pssi.org, Senin (15/12/2025) pukul 11.05 WIB.
Disampaikan berdasar Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 Desember 2025, Persita Tangerang didenda Rp 25.000.000.
Jenis pelanggaran berupa adanya suporter Persita Tangerang sebagai suporter klub tamu yang hadir pada laga melawan Dewa United Banten FC di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Sabtu 29 November 2025.
Ada pun pertandingan pekan ke-14 Super League 2025-2026 itu dimenangi tuan rumah dengan skor 1-0.
Gol tunggal kemenangan Dewa United dicetak Alex Martins pada menit ke-33 lewat titik putih.
Tendangan penalti diberikan wasit Heru Cahyono atas pelanggaran handball bek Persita, Mario Jardel, ketika menghalau bola di udara.
Alhasil, kiasan: Sudah jatuh tertimpa tangga pula, cocok menggambarkan apa yang dialami Persita.
Jenis pelanggaran dan denda serupa juga menimpa PSIM Yogyakarta yang bertandang ke kandang Persija Jakarta, Stadion Gelora Bung Karno, Jumat 28 November 2025.
Sudah begitu, tim tamu kalah pula dengan skor 2-0.
Gol Macan Kemayoran dicetak Maxwell pada menit ke-77 dan Alano menit 90+5.
Sebuah kado yang indah bagi Persija Jakarta yang pada moment itu berulang tahun ke-97.
Tapi di sisi lain, Persija juga ketiban apes dan harus mengeluarkan dana hingga Rp 160 juga.
Komdis PSSI jatuhkan denda Rp 60 juta atas pelanggaran akibat ulah suporter mereka.
“Terjadi penyalaan 1 buah flare di Tribun Barat yang dilakukan oleh suporter Persija Jakarta,” begitu bunyi kutipan putusan Komdis PSSI.
Namun yang paling ‘membagongkan’ adalah pelanggaran lainnya.
“Tim Persija terlambat memasuki lapangan pada babak pertama, sehingga membuat pertandingan babak pertama mundur selama 114 detik,” beber Komdis PSSI.
“Keputusan: denda Rp 100.000.000,” sambung Komdis.
Sedangkan Persebaya Surabaya, dijatuhi hukuman akibat ulah pemain dan ofisial.
Dibeberkan, pada melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda
Lampung, ada 4 pemain dan 1 orang ofisial yang mendapatkan kartu kuning.
“Keputusan: denda Rp 50.000.000,” tegas Komdis PSSI.
Saat ini, Persebaya memanfaatkan jeda kompetisi untuk kembali menyegarkan kondisi pemain sekaligus mematangkan persiapan jelang laga kandang kontra Borneo FC pada 20 Desember mendatang.
Caretaker Persebaya, Uston Nawawi mengatakan, fokus utama dalam beberapa hari ini adalah mengembalikan kebugaran skuad sebelum masuk ke fase taktikal.
“Ya, tentunya di beberapa hari ini kita akan mengembalikan kondisi pemain dulu. Setelah itu baru masuk ke preparation untuk menghadapi Borneo FC,” ujar Uston dikutip dari laman persebaya.id.
Menurutnya, bermain di kandang harus menjadi keuntungan tersendiri bagi Bajol Ijo.
Borneo FC datang dengan status pemuncak klasemen sementara.
Namun, kata Uston, tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan, termasuk Borneo FC yang dalam dua laga terakhir juga menelan kekalahan.
“Kita tekankan ke pemain, tidak ada tim yang gak bisa dikalahkan. Dan terbukti, di dua pertandingan terakhir mereka kalah,” jelasnya.
Tim pelatih telah mulai mengidentifikasi aspek-aspek penting dari permainan Borneo FC.
Analisis tersebut selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam skema latihan agar lebih mudah diaplikasikan pemain di lapangan.
Selain organisasi permainan, Coach Uston menambahkan, ada satu nama yang mendapat perhatian khusus.
Borneo FC memiliki salah satu top skor kompetisi yang menjadi ancaman serius bagi lini belakang Persebaya yakni Mariano Peralta.
“Di sisa waktu ini kita pelajari bersama rekan-rekan staf, lalu kita aplikasikan di latihan, ya tentunya ada beberapa yang harus diwaspadai, salah satunya top score mereka,” tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.