Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – MMA (12), santri Ponpes Santri Manjung Wonogiri, meninggal dunia diduga akibat penganiayaan.
Sebelum meninggal, korban sempat mengalami sakit pada Sabtu (13/12/2025).
Pemilik Ponpes Santri Manjung, Eko Julianto, mengungkapkan pada hari itu korban masih mengikuti kegiatan mengaji.
Namun, wajahnya terlihat pucat.
"Saya tanyai kenapa, katanya tidak apa-apa, masuk angin, panas dan sudah meminum obat dan sudah enak," ujar Eko saat diwawancarai TribunSolo di Polres Wonogiri, Jumat (19/12/2025).
Menurut Eko, pihak ponpes awalnya tidak menaruh curiga dan mengira korban hanya mengalami panas biasa.
Pada Senin (15/12/2025) pagi, orang tua korban melakukan panggilan video kepada Eko.
Ia terkejut melihat korban sudah terbaring di ruang ICU salah satu rumah sakit di Wonogiri.
"Saya kaget kenapa si A ini, ayahnya tidak cerita apa-apa," ujar Eko.
Tak lama kemudian, Eko mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia.
Saat itu, belum ada kecurigaan atas penyebab kematian.
Kecurigaan baru muncul ketika salah satu ustadz yang memandikan jenazah korban bercerita bahwa terdapat lebam di tubuhnya.
"Saya Senin Maghrib oleh saudaranya dikabari kalau A meninggal dunia, kaget," kata Eko.
Saat takziah, Eko menemui ustadz tersebut untuk memastikan kondisi tubuh korban.
Dari situlah ia menyadari adanya kejanggalan.
Baca juga: 9 Terduga Pelaku Bullying Berujung Santri Tewas di Wonogiri Diamankan, Ada 3 Orang di Bawah Umur
MMA meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan atau bullying dari santri lainnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, perundungan itu terjadi karena korban dianggap susah ketika disuruh mandi oleh teman-temannya.
Peristiwa perundungan terjadi pada Sabtu (13/12/2025).
Setelah mengalami kekerasan, korban sempat dirawat di rumah sakit.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.