TRIBUNNEWSMAKER.COM - Anak politisi PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, berinisial MA yang masih berusia 8 tahun ternyata hanya berada di rumah bersama kakaknya, D, saat peristiwa penusukan tragis itu terjadi.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah publik, mengingat rumah mewah milik Maman disebut tidak dijaga satpam maupun asisten rumah tangga.

Peristiwa penusukan itu dialami MA ketika ia masih sangat belia dan belum memahami bahaya yang mengintai.

Saat kejadian berlangsung, kakak korban, D, menjadi satu-satunya orang dewasa yang dapat meminta pertolongan.

Dengan suara panik dan penuh ketakutan, D menelepon sang ayah untuk meminta bantuan.

Mendapat kabar tersebut, Maman Suherman segera pulang ke rumah dengan perasaan tak menentu.

Sesampainya di lokasi, Maman mendapati MA sudah terkapar bersimbah darah di dalam rumah.

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, mengungkapkan kondisi awal korban saat ditemukan.

“Ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius, disertai pendarahan hebat,” kata Firman.

Tanpa menunda waktu, Maman langsung membawa MA ke Rumah Sakit Bethasaida, Kota Cilegon.

Baca juga: Anak Politisi PKS Cilegon Dibunuh dengan 19 Luka Tusukan, Tak Ada Barang Hilang, 2 Sosok Dicuigai

ANAK POLITISI DIBUNUH: Terbongkar 5 kejanggalan kasus anak politisi PKS, Muhammad Axle Herman Miller (kiri) tewas dibunuh di rumahnya di kawasan Cilegon, Banten. Polisi menguak fakta baru soal jejak pelaku.
ANAK POLITISI DIBUNUH: Terbongkar 5 kejanggalan kasus anak politisi PKS, Muhammad Axle Herman Miller (kiri) tewas dibunuh di rumahnya di kawasan Cilegon, Banten. Polisi menguak fakta baru soal jejak pelaku. ((Ist))

Upaya medis sempat dilakukan, namun kondisi korban ternyata sangat kritis.

Nyawa MA akhirnya tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan.

Firman menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat senjata tajam.

“Dari hasil pemeriksaan awal korban mengalami luka akibat tusukan benda tajam,” katanya.

Bahkan disebutkan terdapat sekitar 14 luka tusukan di tubuh bocah malang tersebut.

Humas DPW PKS Banten, Kusuma Nirmala, turut menyampaikan latar belakang keluarga korban.

“Korban merupakan putra dari Maman Suherman, Dewan Pakar PKS Kota Cilegon yang baru dilantik empat hari lalu,” katanya.

Pada awalnya, pihak keluarga menduga MA menjadi korban aksi perampokan.

“Rumahnya disambangi rampok. Ada anaknya kelas 4 SD memergoki dan berteriak. Perampok panik langsung menusuk anak tersebut dengan pisau dan wafat saat dibawa ke RS,” katanya.

Namun, dugaan tersebut ditepis oleh Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama.

“Ini dugaan pembunuhan, dilihat dari keadaan korban di rumah sakit,” katanya, seraya menegaskan, “Jadi bukan perampokan.”

SOSOK POLITISI - Mantan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon, Maman Suherman, terisak menangis setelah mengetahui putra bungsunya yang masih duduk di bangku SD itu tewas.
SOSOK POLITISI - Mantan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon, Maman Suherman, terisak menangis setelah mengetahui putra bungsunya yang masih duduk di bangku SD itu tewas. (TikTok/@kenapasih89)

Baca juga: Sosok Haji Maman Rumah Mewahnya Dirampok hingga Anak Bungsu Tewas, Pengusaha Sukses, Dewan Pakar PKS

Tak Ada Barang yang Hilang

Selain kondisi korban, polisi juga menyatakan tidak ada barang berharga yang hilang.

"Barang berharga sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," katanya.

Sampai dengan kini sudah 8 orang diperiksa sebagai saksi.

Mulai dari keluarga, hingga tetangga.

Polisi menurut Yoga sudah mengantongi identitas pelaku.

"Dugaan dan sudah mengarah kemana, kita sudah bisa menuturkan titik terangnya dimana," katanya.

Maman dan istrinya diduga memang tidak berada di rumah saat kejadian.

Akun TikTok Pipit bercerita bahwa korban berdua kakaknya di rumah tanpa ditemani pembantu atau asisten rumah tangga dan satpam.

"Ada berdua SM kk nya kak, kknya TDR di kamar atas," katanya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.