TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG – Tabrakan karambol yang melibatkan enam kendaraan terjadi di lampu merah Blandong, Comal, Kabupaten Pemalang, Minggu (21/12/2025) pukul 11.30.

Kecelakaan dipicu oleh truk pengangkut semen yang mengalami rem blong.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dalam kecelakaan itu, sebuah mobil Mitsubishi Xpander berpelat nomor G 1987 JH terjepit di antara kendaraan lain.

Proses evakuasi penumpangnya berlangsung hampir dua jam. 

Saksi mata, Fazza menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk semen B 9093 SYN melaju dari arah Pekalongan menuju Jakarta.

Truk semen diduga mengalami rem blong dan kemudian menabrak mobil Honda Brio G 1663 BH, yang sedang berhenti di lampu merah.

Fazza melanjutkan, benturan tersebut mendorong mobil Brio menghantam Mitsubishi Xpander di depannya.

Tidak berhenti di situ, Xpander kemudian menabrak sebuah truk Canter AG 9049 UR, dan kembali dihantam kendaraan lain dari belakang sehingga terjadi tabrakan karambol.

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni truk E 9256 H dan truk L 8867 UM.

"Suara kendaraan yang ikut kecelakaan lumayan kencang. Saya saat itu, masih servis kendaraan," kata Panjul, sapaan akrabnya

"Xpander itu dihantam sampai tiga kali. Evakuasinya korban paling lama, hampir dua jam," ujar Panjul kepada Tribun Jateng di lokasi kejadian, Minggu.

Penumpang Brio

Mobil Honda Brio diketahui ditumpangi lima orang, termasuk tiga anak kecil. 

Seluruh penumpang Brio dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.

Sementara itu, Mitsubishi Xpander ditumpangi sepasang suami istri dan seorang anak.

Sopir Xpander mengalami luka di bagian kaki akibat terjepit bodi kendaraan, sedangkan penumpang belakang serta sopir juga sempat terjepit cukup lama di dalam kabin.

"Selain Xpander, sebuah truk carter yang terlibat dalam kecelakaan turut mengalami kerusakan berat. Sopir dan kenek truk tersebut terjepit di bagian perut, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas dengan bantuan warga sekitar," ucapnya.

Meski menimbulkan kerusakan parah pada sejumlah kendaraan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, seluruh korban dalam kecelakaan tersebut dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa.

Kesaksian korban

Sopir Brio, Eko, warga Kota Pekalongan menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berhenti di sisi kanan jalan karena lampu lalu lintas berwarna merah.

Dari kaca spion, ia melihat sebuah truk bergerak tidak stabil dan beberapa kali menghantam trotoar atau median jalan di tengah ruas jalan.

"Waktu saya berhenti di lampu merah, saya lihat dari spion truk itu nyambar-nyambar median. Ban depannya menghantam trotoar tengah jalan," ujar Eko.

Menyadari bahaya yang mengancam, Eko berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri.

Namun truk tersebut, masih terus melaju dan akhirnya menabrak kendaraannya.

Benturan keras, membuat mobil yang dibawa Eko terpental di sisi kiri, sementara kendaraan lain di belakang truk ikut terlibat tabrakan beruntun.

"Truknya masih jalan, dan akhirnya nabrak saya. Setelah itu kendaraan di belakangnya juga tabrakan," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, terutama di sekitar posisi truk dan kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Eko memastikan, seluruh penumpang dalam kendaraannya selamat dan telah diantar pulang ke rumah. "Saya dari Pekalongan hendak ke Bekasi bersama keluarga. Alhamdulillah aman semua," ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan pengemudi truk yang terlibat dalam insiden tersebut.

Pantauan Tribun Jateng, kecelakaan mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian tersendat.

Bahkan, pihak kepolisian melakukan contraflow di sekitar lokasi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pemalang, Ipda Widodo mengatakan, kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Jalan Pantura, tepatnya di lampu lalu lintas Comal Blandong, Kabupaten Pemalang, Minggu (21/12/2025) siang.

Insiden tersebut menyebabkan tiga orang korban luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

"Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.45. Enam kendaraan yang terlibat terdiri atas empat truk dan dua mobil penumpang," katanya.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang korban mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Siaga Medika, Pemalang.

Sementara itu, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Widodo menjelaskan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

"Untuk kronologis kejadian masih dalam proses penyelidikan," atanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pada Minggu siang, arus lalu lintas di jalur pantura terpantau padat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kondisi tersebut turut memicu terjadinya kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

"Memang ada peningkatan volume kendaraan menjelang libur Nataru sehingga arus lalu lintas di pantura cukup padat," jelasnya.

Pascakecelakaan, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan cukup panjang.

Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem contraflow.

"Kami lakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di jalur sebelah utara, yang digunakan untuk dua arah sementara," terangnya. (Wahyu Nur Kholik/Indra Dwi Purnomo)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.