TRIBUNTRENDS.COM - Perjuangan panjang tim pencari akhirnya berakhir pilu. Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki muda asal Magelang, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kawasan Gunung Slamet setelah 16 hari dinyatakan hilang.

Harapan keluarga, sahabat, dan relawan yang sempat menyala di tengah kabut dan dingin ekstrem perlahan runtuh ketika kabar itu turun dari jalur pendakian yang sunyi.

Gunung yang sama, yang selama berhari-hari disisir tanpa lelah, akhirnya mengembalikan Syafiq namun dalam diam yang menyakitkan.

Di tengah duka itu, justru muncul pertanyaan besar yang kini mengemuka ke publik.

Sorotan tak lagi semata pada medan, cuaca, atau nasib tragis di gunung, melainkan pada sikap dan keterangan salah satu rekan pendakian Syafiq: Himawan.

Baca juga: Otopsi Jadi Kunci Ungkap Kematian Syafiq Ali, Himawan Dicurigai Gegara Keterangan yang Berubah-ubah

Keterangan yang Tak Sejalan, Keraguan Mulai Tumbuh

Sejak awal operasi pencarian, Himawan, yang diketahui mendaki bersama Syafiq, memberikan keterangan yang dinilai berubah-ubah. Versi cerita yang tidak konsisten dari waktu ke waktu memunculkan kegelisahan di kalangan relawan yang terjun langsung di lapangan.

Bagi tim SAR dan relawan gunung, kejelasan kronologi adalah kunci.

Ketika potongan cerita tak saling mengunci, kecurigaan pun tumbuh perlahan bukan sebagai tuduhan, melainkan sebagai dorongan untuk mencari kebenaran.

Keraguan itu kian menguat setelah pengakuan mengejutkan disampaikan oleh Lahar Brata, relawan yang aktif terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi Syafiq.

Main Gim Saat Diinterogasi, Sikap Dinilai Tak Empatik

Lahar Brata mengungkapkan perilaku Himawan ketika dimintai keterangan oleh relawan SAR.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Himawan dinilai tidak mencerminkan empati maupun rasa urgensi terhadap hilangnya rekan seperjalanan.

“Informasi beberapa teman, Mas Himawan awal-awal diintrogasi itu menjawab pertanyaan sambil main game.

Itu ya, itu terverifikasi. Terverifikasi,” ungkap Lahar Brata dalam video siaran langsung yang dikutip TribunTrends, Jumat (16/1/2025).

Pernyataan tersebut sontak menyedot perhatian, terutama karena datang dari relawan lapangan yang dikenal aktif dan berpengalaman dalam operasi SAR di sejumlah gunung di Indonesia.

PENDAKI GUNUNG SLAMET - Himawan yang diketahui mendaki bersama Syafiq memberikan keterangan yang dinilai tidak konsisten, Himawan dikabarkan sudah dibawa ke kantor polisi.
PENDAKI GUNUNG SLAMET - Himawan yang diketahui mendaki bersama Syafiq memberikan keterangan yang dinilai tidak konsisten, Himawan dikabarkan sudah dibawa ke kantor polisi. (Kolase TribunTrends/Threads kelilingprambanan)

Pengakuan Cekcok yang Tak Pernah Dijelaskan Utuh

Tak hanya soal sikap, Lahar Brata juga membeberkan adanya pengakuan konflik antara Syafiq dan Himawan sebelum keduanya berpisah.

“Dalam wawancara Mas Himawan, Mas Himawan menyampaikan bahwa kami sempat cekcok.

Namun cekcok yang seperti apa tidak dijelaskan dengan rinci di situ. Tapi adegan itu ada. Adegan itu ada, saya ada buktinya, saya ada rekaman wawancaranya,” tutur Lahar.

Menurutnya, peristiwa cekcok tersebut memang disebutkan, namun tidak pernah dijelaskan secara detail, meninggalkan ruang kosong dalam rangkaian kronologi pendakian yang berujung tragedi.

Sebagai relawan yang kerap terlibat dalam pengumpulan informasi dan koordinasi lapangan, Lahar menegaskan bahwa setiap pernyataan yang ia sampaikan memiliki dasar rekaman dan dokumentasi.

Baca juga: Alasan Tim SAR Geser Lokasi Pencarian Syafiq Ali ke Jalur Gunung Malang, Berbuah Penemuan Tragis

Himawan Dibawa ke Polres, Momen Terekam Kamera

Di tengah meningkatnya sorotan publik, beredar unggahan di media sosial dari akun Instagram @demendolan yang memperlihatkan momen Himawan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lanjutan.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang berkumpul di sebuah lokasi yang diduga berada di sekitar permukiman. Himawan tampak mengenakan jaket dan topi, berdiri di tengah beberapa orang, dengan sepeda motor terparkir di sekitar lokasi. Suasana tampak serius, tanpa keributan.

Keterangan dalam unggahan itu berbunyi:

“Moment Himawan pendaki gunung Slamet mau dibawa ke polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.”

Teks serupa juga muncul di potongan video, menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk menggali informasi lanjutan terkait tragedi pendakian tersebut.

Reaksi Publik dan Penelusuran yang Masih Berjalan

Unggahan itu langsung menuai beragam reaksi. Sebagian warganet mempertanyakan alasan pemeriksaan lanjutan, sementara lainnya menilai langkah aparat sebagai bagian penting dari upaya mengungkap kronologi secara utuh dan objektif.

Kasus pendakian Gunung Slamet memang belum sepenuhnya mereda. Jenazah Syafiq ditemukan pada hari ke-17 pencarian, di area yang disebut-sebut telah berulang kali disisir oleh tim SAR dan relawan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi detail dari pihak kepolisian terkait hasil pemeriksaan terhadap Himawan.

Namun satu hal menjadi jelas: proses penelusuran fakta belum berhenti.

Di balik kabut dan dingin Slamet, pencarian kini bergeser dari jejak langkah di gunung, menuju jejak kebenaran atas tragedi yang merenggut satu nyawa muda.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.