TRIBUNSUMSEL.COM, BOYOLALI – Kediaman Purwanto, bos sate kambing di Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi korban perampokan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).
Istrinya bersimbah darah, sementara anak keduanya yang berusia 6 tahun tewas.
Saat kejadian, Purwanto berada di Kalimantan untuk menjalankan usaha kuliner sate kambing.
Rumah korban terbilang besar dan megah.
Meski berada di tengah kampung, rumah tersebut memiliki jarak dengan rumah tetangga.
Di sisi kanan dan kiri rumah berwarna krem itu terdapat kebun jati.
Begitu pula bagian depan dan belakang rumah korban yang juga berupa kebun jati.
Karena memiliki jarak dengan rumah tetangga dan dikelilingi pagar, tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah tersebut terjadi.
Hanya terdapat satu rumah tetangga, itu pun masih berjarak sekitar 20 meter.
Baca juga: Kronologi Perampokan Rumah Bos Sate Kambing di Boyolali, Istri Bersimbah Darah, Bocah 6 Tahun Tewas
Anaknya yang berusia 6 tahun ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah.
Kepalanya ada di dalam ember yang berisi air.
Istri Purwanto juga mengalami luka parah akibat kejadian tersebut dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Dusun (Kadus) Pengkol, Sarjono, mengatakan dirinya mendapat informasi kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 WIB.
Setelah menerima kabar, ia langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Saya sampai di sini sudah banyak warga. Aparat dari Polsek maupun Polres juga sudah datang,” ujar Sarjono di lokasi.
Ia menambahkan, ibu korban yang mengalami luka parah sudah dievakuasi ke rumah sakit.
“Ibunya juga sudah dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.
Sarjono menyebut korban meninggal dunia merupakan anak kedua dari keluarga tersebut.
“Yang meninggal itu anaknya yang nomor dua,” katanya.
Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku perampokan sadis tersebut.
Sementara itu, ratusan warga tampak memadati rumah korban untuk melihat langsung lokasi kejadian.
Tak sedikit warga yang menangis sedih atas peristiwa ini.
Korban dikenal sebagai istri bos kuliner sate kambing di Singkawang, Kalimantan.
Kesaksian mengerikan diungkapkan Ngatirin, paman korban dalam peristiwa perampokan sadis yang terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Ngatirin menjadi orang pertama dari pihak keluarga yang datang ke rumah korban setelah mendapat kabar dari Purwanto, suami korban, yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat.
Ngatirin menjelaskan, kabar awal diterima oleh istrinya yang dihubungi langsung oleh Purwanto.
Dalam percakapan tersebut, Purwanto meminta agar keluarga segera mendatangi rumah istrinya karena kondisinya sangat gawat.
"Istri itu (isterinya Ngatirin) dibel sama suaminya korban (Purwanto). Saya disuruh ke rumahnya sini, pokoknya gawat," kata Ngatirin saat ditemui TribunSolo.com di rumah korban, Kamis (29/1/2026).
"Istrinya gawat-gawat. Saya langsung ke sini," imbuhnya.
Ngatirin, kakak ipar korban, mengaku belum mengetahui secara pasti barang apa saja yang raib dari rumah korban.
Namun, berdasarkan pengamatan awal, terdapat beberapa barang yang diduga kuat dibawa kabur pelaku.
"Hanya sekilas, yang tidak ada itu sepeda motor sama perhiasan yang biasa dipakai korban," kata Ngatirin saat ditemui TribunSolo.com di lokasi kejadian.
Saat ditemui, Ngatirin baru saja kembali dari rumah sakit setelah mengantarkan korban luka, yakni Daryanti (34), ibu dari korban meninggal dunia.
Dengan wajah pucat, Ngatirin menceritakan kondisi memilukan yang dilihatnya saat pertama kali memasuki rumah tersebut.
Ia mengaku mendapati adik iparnya, Daryanti, dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian leher.
Meski dalam kondisi kritis, Daryanti sempat meminta tolong agar anaknya diselamatkan.
"Olin neng kamar mandi, Olin neng kamar mandi (Olin di kamar mandi) gitu," kata Ngatirin menirukan ucapan Daryanti.
Mendengar permintaan tersebut, Ngatirin langsung berlari menuju kamar mandi.
Di lokasi itu, ia menemukan keponakannya, Adisa Orlin (6), dalam kondisi sangat mengenaskan.
Korban ditemukan dengan kepala dimasukkan ke dalam ember yang berisi penuh air.
Ngatirin segera mengangkat tubuh bocah tersebut dengan harapan air yang ada di dalam tubuhnya bisa keluar.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Namun begitu diletakkan di lantai, sudah nggak bernyawa," ungkap Ngatirin dengan suara terbata.
Setelah mendapati keponakannya tidak bernyawa, Ngatirin kembali memberikan pertolongan kepada Daryanti yang kondisinya semakin melemah.
"Saya langsung nulungi ibune genti (saya langsung menolong ibunya)" tutup Ngatirin.
Hingga kini, peristiwa tragis ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.