Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bertemu delegasi parlemen Inggris untuk menjalin silaturahmi serta mempererat persahabatan antar-bangsa, sekaligus membuka peluang kerja sama.


"Kami menyambut dengan tangan terbuka berbagai peluang kerja sama dengan Inggris. Prinsipnya selama sesuai regulasi dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Tengah," kata Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Kamis.


Agustiar menjabarkan kepada parlemen Inggris, tentang Kalimantan Tengah yang merupakan provinsi terluas di Indonesia, serta memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah seperti pada sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, pertanian dan lainnya.


"Kami punya kekayaan seni budaya dan keindahan alam, seperti Taman Nasional Tanjung Puting dan Sebangau dengan keindahan sungai hitamnya," jelasnya.


Penjabat Sekda Kalteng Linae mengatakan bahwa pertemuan dengan parlemen Inggris tersebut membuka peluang kerja sama dan kolaborasi di berbagai sektor strategis, terutama dalam hal pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.






"Apalagi Kalimantan Tengah memiliki salah satu ekosistem gambut terbesar di Indonesia yang penting dalam penyimpanan karbon global, sehingga Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam upaya global menghadapi perubahan iklim dan menjaga keanekaragaman hayati," jelasnya.


Diketahui, kedatangan delegasi Parlemen Inggris ke Kalimantan Tengah adalah dalam rangka melakukan kunjungan dengan agenda melihat konservasi orang utan dan habitatnya.


Perwakilan delegasi Parlemen Inggris Barry Strachan Gardiner menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Gubernur Kalteng beserta jajaran atas kedatangan pihaknya.


Barry menyampaikan kedatangan pihaknya ke Kalimantan Tengah adalah untuk terhubung dengan lingkaran kehidupan, seperti halnya tanah gambut yang merupakan aset luar biasa bagi dunia.


"Kami di Inggris juga memiliki lahan gambut yang cukup luas, jadi kita punya kesamaan, sehingga kita bisa bersama-sama bisa memahami tentang risiko gambut yang bisa terbakar. Kami sangat menghargai apa yang sudah Kalimantan Tengah lakukan dalam menangani kebakaran di lahan gambut," ujarnya.