BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok aktris Niken Anjani mencuri perhatian netizen di malam Gala Premiere Film Dilan ITB 1997.
Ia tampil memukau dengan gaun hijau muda tanpa lengan, dipadukan dengan sepatu hak tinggi dengan warna senada.
Bagian punggungnya terbuka dan dihiasi dengan back necklace yang menjuntai dari leher hingga ke punggung.
Gaun siluet klasik rancangan desainer muda asal Bandung dari label By Catherine Amara tersebut dipadukan dengan riasan natural glam hasil tangan dingin Kun Soo serta arahan gaya dari stylist Ferry Oktavianus.
Tak heran penampilan pemeran karakter Ancika dalam Film Dilan ITB 1997 ini mencuri perhatian netizen.
Niken menjelaskan, konsep busananya memang sengaja mengambil inspirasi dari gaya era 90-an, selaras dengan latar waktu film yang dibintanginya bareng Ariel NOAH.
"Inspirasinya dari gaya 90-an, tapi dengan sentuhan modern di bagian belakang yang terbuka dan aksen pleats," ujar Niken di kawasan Senayan, dikutip dari Wartakotalive.com, Rabu (29/4/2026).
Pesona Niken di malam itu yang terekam dalam deretan foto yang diunggahnya di akun @nikenanjanii pun menuai banyak pujian dari netizen.
@hasyaky***: pantesaaaan abang move on
@irawb***: Cantiknyaaaaaaa mantukuuuu
@b977***: Ancika kamu keren bgt ekting nya , cocok di duetin sama Ariel, lagian juga kalian berdua sedikit mirip ,knp gak jalani.... saja kak sama ariel... Semoga berjodoh kalian berdua
Baca juga: Jule dapat Pelajaran, Na Daehoon Ambil Sikap Tegas Usai 3 Anaknya Jadi Bahan Konten Safrie
Di balik penampilannya yang mempesona, Niken Anjani memikul peran penting sebagai Ancika, kekasih Dilan di masa kuliah.
Film garapan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi ini mengeksplorasi kisah cinta ikonik tersebut dengan latar Institut Teknologi Bandung (ITB) di akhir tahun 90-an.
Demi mendalami karakter gadis Jawa Barat, Niken mengaku melakukan riset mendalam, terutama soal dialek.
Secara mengejutkan, ia mengungkapkan banyak belajar logat Bandung langsung dari Ariel NOAH, pemeran Dilan dalam film ini.
"Mungkin kalau aku banyak belajar, kan ceritanya Ancika itu latar belakangnya dari Jawa Barat ya. Jadi aku banyak belajar sedikit logat Bandung dari A Boril," pungkasnya.
Film Dilan ITB 1997 sendiri telah resmi menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia sejak 30 April 2026 lalu.
Menyambut penayangan film Dilan ITB 1997, rumah produksi Falcon Pictures menghadirkan rangkaian acara promosi yang tidak biasa demi film terbarunya.
Selain menggelar konser 'In Resonantia Progressio' di Bandung, Falcon Pictures juga mengadakan touring motor dari Jakarta ke Bandung, Rabu (22/4/2026).
Touring motor itu diikuti berbagai komunitas motor.
Kegiatan ini bukan sekadar konvoi, melainkan bentuk perayaan karakter Dilan yang begitu melekat di hati penonton.
Dilan dikenal sebagai remaja anggota geng motor di Bandung bergaya santai, berani dan penuh kejutan.
Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ini menjadi simbol perjalanan Dilan tentang kebebasan, persahabatan dan pencarian arah hidup.
Ribuan motor yang melaju bersama diharapkan menciptakan momen kebersamaan hangat, seperti kisah yang selama ini dihadirkan dalam semesta Dilan.
Yang tidak kalah seru, seluruh rangkaian touring ini akan disiarkan live melalui media sosial resmi Falcon Pictures.
Para penggemar yang tidak bisa ikut langsung tetap dapat merasakan euforia perjalanan dari awal hingga tiba di Bandung.
Lebih spesial lagi, siaran langsung ini akan hadir di berbagai titik checkpoint perjalanan, yaitu di Jakarta Timur, Purwakarta, Subang, Lembang, hingga Bandung.
Setiap titik akan menghadirkan momen interaksi seru, suasana perjalanan, serta kebersamaan para peserta touring.
Acara ini juga semakin meriah dengan kehadiran para pemain film Dilan ITB 1997, seperti Nazril Irham alias Ariel NOAH, Niken Anjani, Wafda Saifan, serta Dany Beller dan pemain lain.
Mereka turut ambil bagian dalam perjalanan penuh cerita ini.
Produser Falcon Pictures, Frederica, mengatakan, touring ini dirancang untuk membawa pengalaman Dilan lebih dekat ke kehidupan nyata para penggemarnya.
"Dilan bukan hanya karakter di film, tapi juga representasi dari semangat anak muda bebas, berani dan penuh cerita," kata Frederica, dikutip dari Wartakotalive.com, Senin (20/4/2026).
"Touring ini adalah cara kami menghadirkan semangat itu secara nyata, kami ingin para penggemar bisa merasakan langsung perjalanan yang selama ini hanya mereka lihat di layar," lanjutnya.
"Bahkan yang tidak ikut pun tetap bisa merasakan lewat siaran live di setiap checkpoint perjalanan," ujar Frederica.
Sutradara Fajar Bustomi menyebutkan, touring ini memiliki kedekatan emosional dengan cerita yang diangkat dalam film.
"Motor dan jalanan itu bagian penting dari dunia Dilan, di film ini kita melihat bagaimana Dilan tumbuh, tapi sisi itu tetap ada dalam dirinya," kata Fajar Bustomi.
"Touring ini seperti ‘menghidupkan’ Dilan di dunia nyata ada kebersamaan, ada perjalanan, dan tentu ada cerita di setiap kilometernya," lanjutnya.
Rangkaian kegiatan ini mencapai puncaknya pada Kamis (23/4/2026) melalui konser 'In Resonantia Progressio' di Bandung, sebelum akhirnya film Dilan ITB 1997 resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 30 April 2026.
Bagi Dilan, jalanan bukan hanya tempat untuk pergi tapi juga tempat untuk menemukan cerita.
Kali ini, cerita itu akan ditulis bersama motor yang melaju menuju Bandung dan disaksikan oleh ribuan hati lainnya di setiap titik perjalanan.
(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.