Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Bripka (Anumerta) Arya Supena di Jalan Mata Intan, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Sabtu (16/5).
Di rumah sederhana itu, Yovita Tri Gusti mengenang sosok suaminya sebagai pribadi hangat, pekerja keras, sekaligus anggota polisi yang berdedikasi.
Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Yovita mengaku masih sulit menerima kepergian suaminya yang gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.
"Suami saya itu orang baik. Dia selalu menolong siapa saja tanpa melihat siapa orangnya," ujar Yovita saat diwawancarai.
Meski pelaku penembakan telah ditangkap dan satu lainnya meninggal dunia, Yovita menegaskan bahwa kehilangan yang dirasakannya tidak akan pernah tergantikan.
"Nyawa suami saya tidak bisa kembali lagi. Tapi saya berharap kasus ini diusut sampai tuntas," katanya.
Yovita mengaku sempat merasakan sejumlah kejanggalan sebelum tragedi itu terjadi. Anak pertamanya, kata dia, sempat berkata bahwa sang ayah tidak akan pulang lagi ke rumah.
"Waktu itu saya pikir hanya ucapan anak kecil saja," tuturnya.
Tak hanya itu, anak keduanya juga mendadak menangis histeris setelah terjepit pintu, sesuatu yang menurut Yovita tidak biasa.
Malam sebelum kejadian, komunikasi Yovita dengan suaminya pun terasa berbeda. Biasanya mereka sering berbincang melalui telepon atau video call saat Arya bertugas. Namun malam itu, percakapan mereka hanya berlangsung singkat.
"Biasanya saya suka ganggu dia kalau lagi piket, tapi malam itu tidak sama sekali," katanya.
Keesokan paginya, Yovita menerima telepon dari nomor tak dikenal yang menyebut suaminya mengalami kecelakaan lalu lintas dan meminta dirinya segera menuju Rumah Sakit Bhayangkara.
Tak lama kemudian, pesan WhatsApp dari sahabat dan kerabat mulai berdatangan, meminta dirinya bersabar.
"Saat itu saya langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres," ujar Yovita.
Di mata keluarga, Arya bukan hanya seorang polisi, tetapi juga sosok ayah yang penyayang dan suami yang perhatian.
Yovita mengenang kebiasaan kecil suaminya yang sering membantu pekerjaan rumah, mulai dari mengupas bawang hingga menemani anak-anak belajar.
"Dia selalu membantu saya. Bahkan hal-hal kecil di rumah pun dia kerjakan," katanya.
Beberapa pekan terakhir sebelum meninggal, Arya disebut menjadi lebih romantis dari biasanya. Ia sering mengajak istrinya makan bersama, berboncengan motor sambil berpelukan, hingga bercita-cita berangkat umrah bersama keluarga.
"Kami seperti orang baru pacaran lagi," ucap Yovita sambil tersenyum tipis.
Arya juga dikenal sebagai anggota polisi yang disiplin dan tidak pernah membantah pimpinan. Menurut Yovita, suaminya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti sekolah kepolisian lanjutan.
"Komandannya bilang suami saya anak pintar dan rajin latihan," tuturnya.
Kini, setelah kepergian sang suami, Yovita berusaha tegar demi kedua anaknya. Ia berharap negara memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak anggota polisi yang gugur dalam tugas.
"Saya hanya ingin anak-anak saya masa depannya terjamin," katanya.
Selain fokus membesarkan anak-anak, Yovita juga bertekad melanjutkan usaha kuliner kecil yang selama ini dirintis bersama suaminya.
Ia menjual berbagai produk makanan, seperti frozen food dan sambal cakalang.
"Saya ingin usaha ini berkembang, sesuai harapan suami saya untuk masa depan anak-anak," ujarnya.
Di akhir wawancara, Yovita menyampaikan pesan kepada para anggota kepolisian agar selalu berhati-hati saat bertugas.
Menurutnya, setiap aparat yang menjalankan tugas negara selalu meninggalkan keluarga yang menunggu di rumah.
"Anak dan istri selalu menunggu kepulangan mereka. Karena itu saya berharap semua polisi selalu berhati-hati dan selalu berdoa saat bertugas," katanya.
Yovita juga berharap masyarakat dapat lebih memahami beratnya tugas aparat kepolisian di lapangan.
"Kerja polisi itu tidak mudah. Kami sebagai keluarga selalu waswas setiap kali mereka bertugas," tuturnya.
Di tengah duka yang masih mendalam, Yovita hanya bisa berdoa agar almarhum suaminya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Saya percaya suami saya meninggal dalam keadaan syahid. Semoga amal ibadahnya diterima dan diberikan tempat terbaik di surga," katanya.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.