TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Sebuah video memperlihatkan aksi perundungan terhadap siswi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel)
Video bullying itu pun viral di berbagai platform media sosial (medsos)
Dalam videonya, terlihat seorang siswi dirundung oleh dua orang siswi
Satu orang siswi berusaha melerai.
Korban terlihat dijambak hingga tersungkur di tanah hingga jilbab korban lepas
Ironinya, terlihat sejumlah teman sebayanya bukannya melerai, malah merekam detik-detik perundungan tersebut.
Aksi perundungan ini pun diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Tim Jatanras dan Sat Intelkam Polres Gowa.
Kanit PPA Satreskrim Polres Gowa, Ipda Nida Hanifah Djarnaji mengatakan hasil penyelidikan sementara lima orang diperiksa.
"Berdasarkan video yang viral ada lima orang yang kami amankan untuk diperiksa," katanya saat di Mapolres Gowa Jalan Syamsuddin Tunru Kecamatan Somba Opu, Senin (18/5/2026) malam.
Ia menyebut, lima siswi diperiksa berinisial Hi (12), AS (15), APA (13), NA (14), IF (13) dan SD (13).
Sedangkan korban berinisial NR (12).
Baca juga: Cegah Perundungan Sejak Dini, Kemenham Sulsel Kampanyekan Anti-Bullying di 6 SD Makassar
Insiden perundungan ini terjadi kata dia, di Kecamatan Bajeng sekira pada Rabu 13 Mei 2026 sekira pukul 13 30 WITA
"Perannya masih kami didalami," ucapnya.
Ipda Nida menyebut hasil pemeriksaan sementara motifnya diduga karena kesalahpahaman.
"Motifnya diduga karena kesalahpahaman akibat adanya ucapan yang tidak menyenangkan. Itu hasil pemeriksaan sementara penyidik," jelasnya.
Akibat perundungan itu, korban mengalami luka goresan pada bagian lehernya.
Korban didampingi orangtunya juga telah diperiksa.
'Korban juga sudah mengajukan visum dan kami masih menunggu hasil visum namun ketika kami periksa langsung kami melihat ada luka goresan di lehernya," bebernya.
Ipda Nida melanjutkan, korban tengah mendampingi korban agar mendapatkan pendampingan dari instansi terkait, baik melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).
“Untuk saat ini penyidik tengah mendampingi korban agar mendapat pendampingan ke Dinas PPA ataupun Dinas Sosial,” ujarnya.
Baca juga: Korban Perundungan di Lappariaja Alami Trauma, DP3A Bone Siapkan Pemulihan dan Bantuan Sosial
Ia mengaku saat korban diperiksa didampingi orang tuanya korban masih trauma akibat perundungan tersebut.
Polisi pun memastikan kondisi psikologis korban menjadi perhatian selama proses penanganan perkara berlangsung.
“Apabila korban mengalami trauma, kami juga akan menyiapkan pendampingan psikolog," jelasnya.
Saat ini, penyidik PPA Polres Gowa masih menyelidiki dugaan perundungan dan memeriksa saksi-saksi.
Kerudung coklat korban juga disita sebagai barang bukti.
"Untuk mediasi belum bisa dipastikan karena kami kembalikan ke pihak pelapor," jelasnya.
Saat ini, polisi masih memeriksa kelima siswi diduga terlibat dalam perundungan tersebut.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.