TRIBUNJAMBI.COM - Curhat pilu suami ART di rumah Erin Taulany, Rahmat, viral setelah mengungkap istrinya tak bisa lagi menghubungi anak karena ponselnya disebut ditahan majikannya.

Akibat kondisi tersebut, anak mereka yang masih berusia lima tahun disebut sampai terbawa mimpi mencari sang ibu.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany, kini kembali memunculkan kisah memilukan dari keluarga ART lain yang masih bekerja di rumah tersebut.

Rahmat, suami dari ART bernama Nur, datang langsung dari Cianjur dengan rasa cemas setelah selama tiga pekan kehilangan kontak dengan istrinya.

Ia mengaku panik karena Nur yang biasanya rutin melakukan panggilan video dengan anak mereka, mendadak tak bisa dihubungi sama sekali.

Setelah berhasil menemui istrinya di rumah Erin, Rahmat baru mengetahui bahwa ponsel Nur disebut-sebut sedang ditahan.

Baca juga: Curhat Istri Menkeu Purbaya: Dia Susah Tidur, Sering Mengeluh Capek hingga Bingung Pecat Bawahan

Baca juga: Pantas Mantan Sopir Dump Truk Bakar Mobil Istri Kades Hoho, Kesal Gaji Nunggak Tapi Hedon di Medsos

Anak Menangis, Sampai Bermimpi Cari Ibunya

Sambil menahan tangis, Rahmat menceritakan bagaimana putra semata wayangnya terus menanyakan keberadaan sang ibu.

Menurutnya, sebelum bekerja di rumah Erin, Nur hampir setiap hari menyempatkan diri melakukan video call dengan anak mereka.

Kini kebiasaan itu terhenti mendadak.

“Anak sempat nanyain, videonya masih ada. Nanyain mamanya. Sampai mimpi mamanya, mamanya enggak ada. Saya kalau cerita itu enggak kuat,” ujar Rahmat dengan suara bergetar, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Rabu (20/5/2026).

“Anak saya masih lima tahun, sering banget nanyain mamanya,” sambungnya sambil menangis.

Rahmat mengatakan anak mereka mulai terlihat murung karena tak lagi bisa melihat wajah sang ibu melalui layar ponsel.

“Biasanya mamanya selalu video call. Sekarang susah,” katanya.

Nur Disebut Sudah Tak Betah dan Ingin Pulang

Rahmat juga mengungkapkan bahwa istrinya sebenarnya sudah lama ingin berhenti bekerja.

Ia bahkan sudah meminta bantuan yayasan penyalur ART agar Nur segera dipulangkan dari rumah Erin.

Namun, hingga kini permintaan tersebut belum juga terealisasi.

“Saya sudah bilang ke penyalurnya, istri saya sudah enggak betah. Dari minggu pertama masuk sebenarnya sudah bilang ingin pulang, tapi katanya harus tunggu pengganti,” jelas Rahmat.

Menurut Rahmat, pihak yayasan sempat menyampaikan bahwa mencari pengganti ART untuk bekerja di rumah Erin kini semakin sulit.

Apalagi setelah ramai dugaan kasus penganiayaan terhadap ART sebelumnya.

“Sekarang kan sudah ramai begini, mungkin orang-orang jadi takut masuk kerja di sana,” ujarnya.

Rahmat Datangi Langsung Rumah Erin

Karena tak kunjung mendapat kabar, Rahmat akhirnya memutuskan datang sendiri ke rumah Erin.

Ia mengaku lebih dulu meminta izin kepada Ketua RT setempat demi keamanan.

“Saya datang dari kampung hari Jumat. Sempat ke rumah Pak RT dulu, lapor dan tanya-tanya. Takut kalau datang langsung tanpa izin,” katanya.

Setelah itu, ia mendatangi rumah Erin dan meminta izin bertemu istrinya.

Beruntung, Nur diizinkan keluar menemuinya.

Dalam pertemuan singkat itu, Nur mengaku sudah tidak tahan bekerja dan ingin segera pulang.

“Istri saya bilang dia takut, was-was, trauma. Dia bilang kalau tidak diizinkan pulang, dia ingin kabur,” tutur Rahmat.

Pernyataan itu membuat Rahmat semakin khawatir.

“Yang saya takutkan justru kalau dia nekat kabur,” ujarnya.

Nur Kini Jadi Satu-satunya ART yang Masih Bertahan

Rahmat juga mengungkapkan bahwa berdasarkan cerita istrinya, saat ini Nur menjadi satu-satunya ART yang masih bekerja di rumah Erin.

“Katanya yang lain sudah pada pulang. Sekarang tinggal dia sendiri,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, alasan Nur sulit dihubungi selama ini karena ponselnya ditahan.

“Katanya memang HP-nya ditahan. Tapi alasan pastinya saya enggak tahu. Istri saya juga enggak banyak cerita,” ucapnya.

Kasus Bermula dari Dugaan Penganiayaan ART Sebelumnya

Sorotan terhadap Erin Taulany bermula setelah akun Threads milik penyalur ART, Nia Damanik, mengungkap dugaan kekerasan terhadap ART bernama Herawati.

Menurut Nia, Hera sempat menelepon sambil meminta pertolongan karena mengaku dipukul menggunakan sapu.

“Dia telepon bilang, ‘Tolongin saya, kepala saya dipukul pakai sapu’,” ungkap Nia, dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.

Saat ditanya kesalahannya, Hera mengaku hanya terlambat menutup jendela.

“Katanya cuma gara-gara telat nutup jendela,” ujar Nia.

Erin Bantah Keras Tuduhan Penganiayaan

Menanggapi tudingan tersebut, Erin Taulany justru membantah telah melakukan kekerasan.

Ia bahkan mempertanyakan mengapa sang ART tidak menunjukkan bukti luka jika memang benar dianiaya.

“Ih kamu, ngegemesin deh. Caper banget,” tulis Erin melalui unggahan media sosialnya.

Ia juga menantang mantan ART-nya untuk memperlihatkan bukti fisik.

“Tunjukin dong yang katanya dipukul, mana bekas memarnya? Mana katanya dicakar? Mana lukanya?” tulis Erin.

Kasus ini kini terus menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul pengakuan Rahmat yang menggambarkan sisi lain kehidupan ART yang masih bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany tersebut.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.