Laporan Wartawan Serambi Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjun bebas di Kabupaten Aceh Singkil.

Nahasnya terjadi saat harga pupuk dan herbisida melambung tinggi.

Padahal pupuk dan herbisida merupakan biaya paling besar yang dikeluarkan petani dalam perawatan atau pemiliharan kebun kelapa sawit.

Harga TBS kelapa sawit turun dalam dua hari terkahir sampai 36 persen lebih atau Rp 720 per kilogram.

Dari sebelumnya Rp 2.700 menjadi Rp 1.980 per kilogram, Jumat (22/5/2026).

PUPUK NAIK: Harga pupuk sawit dan herbisida mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (22/5/2026).
PUPUK NAIK: Harga pupuk sawit dan herbisida mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (22/5/2026). (Serambinews.com/Dede Rosadi)

"Harga turun drastis. Namun mohon tetap jaga kualitas buah, jangan dipanen mengkal dan mentah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat, di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.

Baca juga: Gawat, Dalam Sehari Harga Sawit di Aceh Jaya Anjlok Hingga 600 Rupiah Per Kilogram

Sebaliknya harga pupuk naik rata-rata Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

Bahkan pupuk ada yang naik sampai Rp 130 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

Kenaikan tertinggi terjadi pada jenis pupuk Nitrea dengan kandungan Nitrogen 46 persen.

Dari sebelumya Rp 420 ribu per zak, naik Rp 130 ribu menjadi Rp 550 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

"Harga pupuk naik, paling tinggi jenis pupuk yang bahan bakunya impor seperti Nitrea," kata Abdulah Haris Cibro, Owner UD Berkah Tani, yang menjual pupuk di kawasan Ketapang Indah, Singkil Utara, Jumat (22/5/2026).

Selain pupuk, herbisida atau racun rumput juga alami kenaikan antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.

Contohnya Roundup, merek herbisida sistemik purna tumbuh yang sangat populer untuk membasmi gulma dan rumput liar hingga ke akar-akarnya dibanrol Rp 95 ribu per liter dari sebelumnya Rp 90 ribu.

"Bukan hanya pupuk, racun rumput juga naik," ujar Cibro.

Baca juga: VIDEO - Harga Sawit Terjun Bebas Saat Pupuk Melambung

Turunya harga sawit secara signifikan dan mendadak di tengah melonjaknya harga pupuk membuat petani syok, lantaran di luar prediksi.

Petani mengira harga sawit terus bertahan diangka Rp 2.500 per kilogram, seperti terjadi sepanjang tahun lalu.

Keyakinan itu makin bertambah, ketika memasukan triwulan ke-2 tahun 2026 harga sawit naik jadi Rp 2.700 per kilogram.

Atas keyakinana harga sawit bertahan di atas Rp 2.500 per kilogram, petani kelapa sawit di Aceh Singkil, mengelurkan biaya banyak untuk meningkatkan perawatan kebun.

Tentu dengan harapan terjadi peningkatan produksi per hektarnya. Sehingga penghasilnya bertambah yang berefek pada peningkatan kesejahteraan.

Petani sawit lemas

Namun sayangnya, tiba-tiba harga sawit turun dalam hitungan jam. "Lemas kita, mudah-mudahan harga sawit bisa kembali naik lagi," ujar Afri petani sawit.

Baca juga: Harga Pupuk Sawit di Aceh Singkil Melejit, Racun Rumput Juga Naik

Sawit merupakan komoditas andalan Aceh Singkil. Tak mengheranakan jika 70 persen lebih penduduk Aceh Singkil, andalkan hidup dari kelapa sawit.

Mulai dari pemilik kebun, pemanen, tukang babat rumput hingga penyedia jasa angkutan.

Berdasarkan catatan Kabupaten Aceh Singkil, menempati urutan nomor 2 sebagai daerah dengan kebun sawit terluas di Aceh. 

Rincinya luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) 44.483,12 Ha.

Sementara luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 Ha.(*)

Baca juga: UPDATE Harga Emas di Aceh 22 Mei 2026: Aceh Tamiang Kokoh di Angka Tinggi, Banda Aceh Turun Tipis

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.