TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali memakan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.

Dua pelajar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat menghirup asap genset saat listrik padam dalam waktu cukup lama.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban bersama keluarga berusaha menggunakan genset sebagai sumber listrik alternatif di tengah kondisi gelap total.

Namun tanpa disadari, asap yang keluar dari mesin genset diduga memenuhi ruangan dan terhirup korban saat berada di dalam rumah.

Korban sempat ditemukan dalam kondisi lemas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian ini menambah daftar korban meninggal dunia yang diduga terkait penggunaan genset selama blackout melanda wilayah Sumatera.

Warga sebelumnya memang banyak mengandalkan genset untuk penerangan maupun kebutuhan listrik karena padamnya aliran listrik berlangsung berjam-jam.

Di sisi lain, aparat dan pihak terkait kini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian kedua pelajar tersebut.

Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan genset dan memastikan sirkulasi udara tetap aman selama pemadaman listrik berlangsung.

Baca juga: Duka Saat Blackout Sumatera: 4 Orang Tewas Diduga Keracunan Asap Genset di Tengah Mati Lampu

Seperti diketahui, peristiwa dugaan keracunan asap genset kembali terjadi di tengah pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

Kali ini, insiden memilukan menimpa tiga orang pelajar di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Dua di antara korban dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Bagaimana Kronologi Kejadian di Masjid Nurul Huda?

Insiden bermula saat terjadi pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Tanah Datar.

Untuk mengantisipasi kondisi gelap, para pelajar yang berada di lingkungan masjid menyalakan mesin genset sebagai sumber listrik alternatif.

Namun, posisi genset yang tidak tepat menjadi pemicu utama kejadian. Mesin tersebut ditempatkan di dalam ruangan bagian belakang masjid dengan kondisi pintu tertutup.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas'ap W. Dt. Bandaro, menjelaskan bahwa ketiga korban diduga tertidur saat genset masih menyala di dalam ruangan.

"Jumat (22/5/2026) malam mati lampu (listrik), jadi mereka menghidupkan genset yang dipinjam ke pengurus, posisinya belum dipindahkan ke luar ruangan. Genset itu juga baru diservis, makanya masih di sana," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menambahkan, para korban diduga tertidur sambil mengisi daya ponsel, tanpa menyadari bahaya gas yang dihasilkan genset.

SUMATRA BLACKOUT - Kondisi Kota Padangsidimpuan saat terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba (Blackout), Jumat (23/6/2026). Sudah lima jam, sejak padam pada pukul 18.45 – 01.00 WIB, listrik belum juga kunjung menyala. (KOMPAS.com/ORYZA PASARIBU)

Apa yang Terjadi Saat Pagi Hari?

Kondisi para korban baru diketahui pada Sabtu pagi. Seorang garin masjid sempat mengetuk pintu ruangan tempat para pelajar berada, namun tidak mendapat jawaban.

Garin tersebut kemudian membuka pintu dan melihat ketiga remaja masih dalam posisi terbaring. Ia mengira mereka masih tertidur sehingga tidak membangunkannya.

"Awalnya garin ini belum sadar, dia menganggap ketiga remaja ini masih tertidur," kata Mas'ap.

Kecurigaan muncul saat salah satu orang tua korban datang untuk membangunkan anaknya. Saat itulah diketahui kondisi para korban sudah kritis, bahkan dua di antaranya ditemukan dengan mulut berbusa.

Bagaimana Kondisi Para Korban?

Tiga pelajar yang menjadi korban diketahui berasal dari sekolah berbeda. Salah satunya merupakan santri di MTs Diniyah Pandai Sikek.

Adapun rincian kondisi korban adalah sebagai berikut:

Haikal Arya Kamil (15) meninggal dunia

Gibran Arrasyid (15) meninggal dunia

Burhanuddin Hakim masih menjalani perawatan intensif.

Setelah ditemukan dalam kondisi kritis, para korban langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang. Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal dan Gibran, sedangkan yang masih selamat Hakim," jelasnya.

Berdasarkan keterangan awal, dugaan kuat mengarah pada keracunan gas beracun yang dihasilkan mesin genset, terutama karbon monoksida.

Gas ini tidak memiliki bau dan warna, sehingga sulit dideteksi, tetapi sangat berbahaya jika terhirup dalam ruangan tertutup.

Bagaimana Kondisi Korban Selamat?

Korban selamat, Burhanuddin Hakim, dilaporkan telah sadar pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Meski demikian, ia masih membutuhkan perawatan intensif.

Menurut Mas'ap, korban sempat direncanakan untuk dipindahkan ke ruang ICU karena masih terdapat racun dalam tubuhnya akibat paparan gas dari genset.

"Tadi saya ke sana, dia sudah sadar, namun perlu perawatan lebih lanjut, karena dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset. Hakim ini juga mau dipindahkan ke ruangan ICU sebelum saya pulang ke rumah," tambahnya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.