TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Tiga siswa SMK 1 Polewali terduga pelaku utama pengeroyokan dua orang satpam sekolah kini wajib lapor di Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (26/5/2026).
Mereka wajib lapor setelah menjalani pemeriksaan pada pekan lalu di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Polman.
Ketiga siswa ini masing-masing inisial FD, NB, SH, yang diduga pelaku utama pengeroyokan.
Baca juga: Curi 6 Unit AC dan 7 Lampu Sorot di Kantor Bupati Polman, Oknum ASN Diancam 7 Bui
Baca juga: Jelang Idul Kurban, Harga Ayam Potong Rp35 Ribu per Ekor di Pasar Bambaira Pasangkayu
Meski dalam video viral beredar nampak lebih dari tiga siswa melakukan pengeroyokan.
"Ada tiga siswa saat ini yang wajib lapor, karena kasus ini masih berproses, sudah pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasatreskrim Polres Polman, Akp Budi Adi kepada wartawan.
Dia menyampaikan kasus ini masih dalam proses, sejumlah saksi dan korban telah diperiksa penyidik.
Polisi menerima dua laporan dalam kasus ini, terdapat siswa yang jadi korban pemukulan juga membuat laporan.
Budi Adi menyebut dua laporan itu sama-sama berproses, nantinya kedua belah pihak akan dipertemukan.
Jumlah siswa melakukan pengeroyokan sebanyak delapan orang, memukul dua orang satpam.
Delapan siswa ini sebelumnya kepergok merokok dan memanjat pagar sekolah untuk bolos.
Para siswa sempat dibawah ke ruangan Bimbingan Konseling (BK) sebelum melakukan pengeroyokan.
Saat pulang sekolah, siswa sudah menunggu dua orang satpam itu dan langsung menyerangnya.
"Sudah ada nama-nama siswa kita miliki, jumlahnya ada delapan orang," kata kepala SMK 1 Polewali, Mustari kepada wartawan.
Dia menyebut sebelum peristiwa pengeroyokan, para siswa sempat dibawa ke ruangan BK.
Par siswa lalu diminta menulis nama-nama temannya yang kerap merokok dan memanjat pagar sekolah.
Mustari menduga pelaku utama pengeroyokan ini ialah delapan siswa yang sempat dipanggil guru BK.
Meski begitu, pihak sekolah belum menjatuhkan sanksi terhadap delapan siswa.
Lantaran menuggu hasil pertemuan antara orang tua siswa dengan pelaku di Polres Polman pada Senin mendatang.
"Kita menuggu hasil di kantor polisi karena hari Senin kita akan dipertemukan semua dengan orang tua anak," ungkapnya.
Mustari menambahkan siswa diduga terlibat pengeroyokan ini telah berulangkali melakukan pelanggaran.
Para siswa sudah sering berurusan dengan guru BK, bahkan kewalahan memberikan pembinaan karena kerap melawan guru.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.