TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pedagang pecel lele yang diserang sekelompok remaja berkendara sepeda motor saat melintas di Jalan Merdeka, pada Selasa, 25 Mei 2026 lalu sudah pulang pasca-dirawat di rumah sakit selama empat hari.
Trauma masih membekas pada kedua korban atas kejadian tersebut.
Peristiwa itu menimpa Nurrafli (47) yang mengalami luka tusuk di bawah ketiak usai terkena tombak. Sedangkan anaknya, Destian Audroy (25) hanya mengalami luka gores di tangan dan paha.
Destian Audroy mengatakan ayahnya sudah pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin.
"Bapak alhamdulillah sudah pulang sejak hari Sabtu, sekarang masih pemulihan," ujar Destian kepada Tribunsumsel.com Senin (1/6/2026).
Akibat kejadian tersebut, Destian kini tak lagi berani berjualan hingga larut malam seperti biasanya. Ia memilih menutup dagangannya lebih cepat karena masih dihantui rasa takut dan cemas pasca-kejadian berdarah itu.
"Trauma mas, kalau biasa tutup jam 1 atau jam 2 malam. Sekarang jam 12 saja sudah tutup, takut. Belanja juga enggak di Pasar Jakabaring lagi, dan belanja tidak terlalu pagi," jelasnya.
Saat ini ia masih menunggu kabar dari pihak kepolisian tentang perkembangan kasus yang menimpanya. Ia berharap kejadian yang sama tidak terulang kembali.
"Masih menunggu kabar dari polisi dan kami juga kalau ada info pasti ngabarin ke pihak kepolisian," katanya.
Terpisah, Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku penusukan.
"Masih diselidiki. Saksi-saksi dan informasi lain juga sedang dihimpun guna mengungkap kasus tersebut," katanya.
Destian menceritakan peristiwa berawal ketika ia sedang dalam perjalanan hendak pergi belanja es batu, kemudian ketika di depan Puskesmas Merdeka muncul sekelompok remaja yang membawa senjata tajam.
Salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam hingga mengenai lengan dan paha.
"Pelaku keluar dari lorong gelap sebelah Puskesmas kemudian teriak 'mati kau' dan 'ini nah Bistek, sini kalau berani'. Ada banyak mereka, sekitar 15 orang pakai sajam semua," kata Destian.
Untuk menyelamatkan diri, Destian lari ke seberang jalan dan meninggalkan motornya yang langsung dirusak oleh para pelaku.
"Saya lari ke kedai Kopi Kenangan untuk selamatkan diri dan sembunyi," katanya.
Kemudian, Destian menelepon ayahnya untuk meminta bantuan agar dijemput dan mengambil motor. Berselang lima menit kemudian, ayahnya tiba di TKP bersama adik, ternyata rombongan pelaku masih ada di dalam lorong tersebut dan mengejar keduanya.
"Bapak sama adik dikejar pakai motor, adik berhasil lolos tapi bapak jatuh persis di depan warung pecel lele simpang lampu merah Kodim. Di situ bapak jadi sasaran para pelaku, kena tombak," katanya.
Ia menduga pelaku adalah geng atau kelompok remaja yang mencari musuh atau hendak melakukan tawuran. Sebab tidak ada barang yang diambil, melainkan hanya sepeda motor dirusak.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.