Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi dan diet bersertifikat Shweta Panchal menyampaikan bahwa kadar gula dalam darah pada pagi hari bisa meningkat meskipun sejak semalam tidak mengonsumsi makanan apapun.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Senin (22/6), dia mengatakan bahwa lonjakan gula darah puasa pada pagi hari bisa jadi merupakan proses hormonal yang disebut Dawn Phenomenon atau Fenomena Fajar.
"Di antara pukul 02.00 hingga 08.00, tubuh secara alami melepaskan hormon kortisol dan hormon pertumbuhan yang memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan cadangan glukosa," katanya.
"Ini terjadi pada semua orang. Tapi, pada penderita diabetes insulin tidak dapat mengelola glukosa ekstra tersebut secara efisien, sehingga gula darah puasa melonjak walau Anda tidak makan apa-apa," ia menambahkan.
Fenomena Fajar mencakup hubungan kompleks antara hormon, fungsi hati, dan pengaturan gula darah.
Penderita diabetes perlu memahami proses alami tubuh ini untuk memperbaiki pengelolaan kadar gula darah dan membangun kebiasaan yang lebih sehat.
Panchal merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah pada pagi hari.
1. Makan malam lebih awal, sebaiknya sebelum pukul 19.00. Makan malam terlalu larut dan dalam porsi besar dapat memperburuk pelepasan glukosa semalam.
2. Minum air putih pada pagi hari sebelum mengonsumsi minuman yang lain, seperti teh atau kopi.
3. Prioritaskan sarapan kaya protein. Sarapan kaya protein sekitar 30 menit setelah bangun tidur dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.
4. Berjalan kaki singkat pada pagi hari. Berjalan kaki sekitar 10 menit setelah bangun tidur dapat membantu menekan lonjakan kadar gula darah, karena kontraksi otot dapat menarik keluar glukosa dari dalam darah.
5. Jangan lewatkan sarapan. Melewatkan sarapan akan meningkatkan kortisol dan memperburuk lonjakan kadar glukosa dalam darah.